top of page

Ini Dia 5 Pembicara Muda Inspiratif yang Akan Meramaikan IWF 2020

21 Sep 20 | 12:05

Amelia Rosary

Masih muda, tapi prestasinya luar biasa

Ini Dia 5 Pembicara Muda Inspiratif yang Akan Meramaikan IWF 2020

IDN Times akan menggelar Indonesia Writers Festival 2020 (IWF 2020) pada 21 hingga 26 September 2020. Acara yang membawa visi Empowering Indonesians Through Writing ini adalah festival menulis independen yang berkomitmen untuk memberdayakan Indonesia melalui bidang menulis. Untuk pertama kalinya, IWF 2020 akan dilangsungkan secara virtual melalui Zoom dan Youtube channel IDN Times.


Berikut adalah cuplikan profil dari lima pembicara muda inspiratif yang akan hadir di IWF. Siapa saja, ya? Yuk, kita baca!


1. Kalis Mardiasih, si pemberani yang lugas

Penulis dari Jawa Tengah yang sudah memiliki puluhan ribu pengikut pada akun media sosialnya ini sering kali menuliskan opininya terkait isu-isu hangat di media sosialnya. Isu-isu tersebut biasanya berkaitan dengan topik relijius yang dikoneksikan dengan topik gender. Wah, menarik, ya!


Cara pandang Kalis yang unik, kritis, dan lugas akhirnya menuntunnya pada sebuah pencapaian: ia berhasil menerbitkan dua buku, yaitu "Hijrah Jangan Jauh-Jauh, Nanti Nyasar!" dan "Muslimah yang Diperdebatkan". Narasi yang ditulis penulis berusia 28 tahun ini berfokus kepada tubuh, kerudung, kemanusiaan, dan relijiusitas perempuan. Keberanian Kalis untuk “mendobrak” common sense yang kurang terbuka patut diacungi jempol, ya!


2. Nadhifa Allya Tsana, perangkai kata, penuai sendu

Nadhifa Allya Tsana atau yang lebih dikenal dengan nama penanya, Rintik Sendu, terkenal lewat karyanya yang fenomenal, yaitu novel berjudul “Kata”. Novel tersebut hampir selalu menduduki recommended book di gerai toko buku yang tersebar di seluruh Indonesia. Lahir pada tahun 1998, Tsana telah sukses menerbitkan 7 buku. Bahkan, akan ada yang diangkat ke layar lebar, lho!


Penulis yang pernah berkolaborasi dengan penyair Sapardi Djoko Damono ini juga menyampaikan empatinya dengan mendirikan sebuah saung baca. Ia juga kerap memberikan buku-buku ke anak-anak yang tinggal di suatu wilayah tertentu. Hal ini ia lakukan untuk mendongkrak minat baca masyarakat Indonesia sejak dini.


3. Wisnu Suryaning Adji, penuang sejarah di dalam buku

Novel pertama Wisnu Suryaning Adji berjudul "Rahasia Salinem" berhasil mendobrak eksistensi Wisnu dalam dunia penulisan. Menggemari sejarah sejak dulu, novel yang ia tulis pun menceritakan kisah seorang abdi dalem kerajaan di tanah Jawa bernama Salinem.  Salinem sendiri merupakan gambaran perempuan hebat pada tahun ‘40-an. Tak disangka, novel yang ia tulis tersebut berhasil menuai keingintahuan dari masyarakat.


Semasa kecil, Wisnu mengaku sama sekali tidak suka membaca. Padahal, sang ayah mengoleksi puluhan buku yang selalu dibacanya satu per satu setiap hari. Pemandangan ini akhirnya menumbuhkan rasa suka Wisnu pada tulisan. Di penghujung tahun 2015, ia mulai mencoba-coba untuk menulis dan mengikuti sebuah lomba penulisan yang diadakan salah satu media massa. Siapa sangka, tulisan sederhana Wisnu berhasil menjadi juara terbaik.


Dari situ, rasa penasaran  terhadap dunia penulisan pun jadi kian membesar. Itulah mengapa, ia selalu percaya bahwa suatu keberhasilan tentu akan melewati serangkaian proses dan perjuangan. Bahkan, inspirasi dinilai tak ada baginyaㅡyang ada hanyalah proses panjang untuk menciptakan sebuah ide. Hmm, benar juga, ya!


4. Nadin Amizah, pelukis asa dalam balada 

Nadin Amizah merupakan seorang penyanyi dan pencipta lagu muda yang lahir pada tanggal 28 Mei 2000. Memulai kariernya dari umur 17 tahun, ia berhasil dianugerahi Karya Produksi Best Folk/Country/Ballad terbaik dan penyanyi pendatang baru terbaik di Anugerah Musik Indonesia 2019 melalui lagunya yang berjudul “Rumpang”. 


Pada 28 Mei 2020, tepat saat Nadin menginjak umur ke-20, ia merilis sebuah album berjudul “Selamat Ulang Tahun”. Menariknya, hanya dalam waktu 3 hari, jumlah pendengar album terbarunya telah mencapai angka 5 juta di media musik streaming Spotify.⁣ Semoga Nadin dapat menginspirasi lebih banyak anak muda yang tertarik pada dunia musik melalui IWF 2020, ya!


5. Sal Priadi, romansa dalam lagu

Penyanyi dan penulis lagu yang satu ini mengawali kariernya dengan menulis lagu-lagu yang kemudian ia bagikan secara gratis melalui SoundCloud. Melewati perjalanan yang panjang, Sal berhasil merilis lagunya yang berjudul “Kultusan”pada tahun 2017 silam. Tak disangka, karya Sal mendapat sambutan yang hangat dari publik.⁣


Setelah menciptakan beberapa lagu lain, pada Februari 2020 lalu, ia berhasil merilis album perdananya yang ia beri nama “BERHATI”. Berawal dari tulisan yang kemudian berevolusi menjadi 11 lantunan melodi, Sal membagikan sejuta rasa yang ia rasakan melalui lirik-lirik yang ia ciptakan.⁣ Bertemakan kisah romansa, musiknya kini jadi perayaan untuk semua orang yang mencinta.⁣

bottom of page