top of page

IDN Writing Academy Berdayakan Kelompok Difabel untuk Berekspresi Melalui Tulisan

22 Jul 21 | 10:56

Amelia Rosary

Ada cerita inspiratif dari kawan penyandang difabel daksa

IDN Writing Academy Berdayakan Kelompok Difabel untuk Berekspresi  Melalui Tulisan

Awal Juli 2021, IDN Times mengadakan IDN Writing Academy bersama Klobility, sebuah inisiatif sosial untuk membangun Indonesia yang inklusif melalui transformasi sosial berkelanjutan dengan merangkul teman-teman penyandang disabilitas. Diadakan secara virtual, IDN Writing Academy ini dimoderatori oleh Ernia Karina, Community Manager IDN Times dan dibawakan oleh Viktor Yudha, Editor dari IDN Times Community. 


1. Inisiatif yang berawal dari kepedulian
Sama seperti Klobility, IDN Times juga memiliki tujuan untuk membangun kesadaran dan mendorong seluruh pihak untuk memberdayakan kelompok yang tak jarang dikesampingkan dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan positif. Nilai keberagaman dan inklusi sebagai dua topik yang beriringan dan melingkupi berbagai realita ini kemudian menjadi fondasi dari kolaborasi tersebut. “Inisiatif ini dimulai melalui kepedulian terhadap isu kelompok rentan, salah satunya ialah para penyandang disabilitas. Untuk itu, kami ingin mendukung dan memfasilitasi teman-teman difabel yang passionate dalam menulis untuk menorehkan karya terbaik mereka di IDN Times,” terang Ernia, membuka webinar pada siang tersebut.


2. Cerita inspiratif dari seorang teman difabel daksa
Perkembangan teknologi yang pesat tentu menciptakan berbagai macam kemudahan dalam hidup, salah satunya adalah banyaknya wadah untuk menulis. IDN Times adalah salah satunya. Sebagai media digital multi-platform berita dan hiburan untuk Millennial & Gen Z di Indonesia, IDN Times meluncurkan IDN Times Community untuk menyediakan wadah tersebut. “Kami yakin setiap orang pasti bisa mengasah kemampuannya dalam menulis. Oleh karenanya, kami dukung setiap orang, terutama teman-teman difabel, untuk juga dapat menjadi ‘Jurnalis Warga’ di IDN Times,” tandas Viktor.

 

Viktor kemudian sedikit bercerita mengenai pengalaman salah seorang teman difabel yang sudah bergabung dengan IDN Times Community. Viktor menambahkan, “Namanya adalah Risna Hidayah, seorang penyandang difabel daksa yang begitu semangat menulis. Ia sangat tertarik dengan bulutangkis, oleh sebab itu ia pun banyak menulis di kanal Sport IDN Times. Tak hanya sempat menerima penghargaan Millennial of the Month dari IDN Times, ia juga diundang ke acara tahunan kami, yaitu Indonesia Writers Festival 2019, untuk membagikan pengalamannya di dunia menulis.”

3. Menulis punya lika-likunya sendiri
Anggota IDN Times Community diperbolehkan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan beragam topik melalui tulisan. Mulai dari topik ringan, seperti Hype, Life, Men, hingga topik yang memerlukan riset mendalam, seperti Business, Health, Science, dan News. Tak heran apabila menulis juga memiliki lika-likunya sendiri. Kata Viktor, “Untuk itu, kita harus memahami beberapa langkah yang tepat sebelum menulis. Brainstorm ide kreatif yang sedang ramai diperbincangkan, kemudian lakukan riset untuk mendapatkan data yang akurat, buat beberapa garis besar untuk merencanakan kerangka tulisan. Kalau sudah melakukan itu semua, menulis pasti akan jadi lebih mudah dan terencana.”


Banyak orang bilang, asahlah kemampuan menulis kita dengan terus menulis. Menanggapi hal ini, Viktor menyatakan, “Secara praktis, hal ini memang benar adanya. Semakin banyak pengalaman menulis, semakin bagus pula tulisan kita. Namun, harus dicatat bahwa ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam penulisan kreatif. Mulai dari orisinalitas ide, akurasi data dan fakta, kepositifan nilai dari informasi yang kita sampaikan, hingga gaya penceritaan yang sesuai dengan target audiens kita.”


IDN Times Community melalui IDN Writing Academy kali ini mengajak teman-teman penyandang difabel untuk berlatih dalam mengamati aliran inspirasi dan mengeluarkannya dalam bentuk ekspresi yang sejatinya telah terpendam di dalam diri. Tak lupa, biarkan ekspresi tersebut mengalir bebas dan tertuang dalam kata-kata yang kita rangkai, satu per satu, menjadi sesuatu yang berdaya guna dan positif. 
 

bottom of page