top of page

Pentingnya Komunitas untuk Keberlangsungan Sebuah Brand

20 Dec 21 | 09:34

Saraya Adzani

Bisa tingkatkan eksposur dan kredibilitas brand

Pentingnya Komunitas untuk Keberlangsungan Sebuah Brand

Don’t settle for less. Perubahan dan tantangan yang selalu terjadi menuntut manusia untuk terus mengembangkan diri dan menjadi adaptif. Fakta ini kemudian mendorong banyak brand untuk menyediakan tempat bagi konsumennya untuk terus belajar. Dengan membentuk komunitas, brand dapat mendobrak batasan, serta memupuk budaya inklusi dan sense of belonging. Pada kesempatan ini, kita berbincang dengan Raissa Almira, seorang Community Associate IDN Media, mengenai hal-hal dasar yang perlu diketahui brand tentang membangun sebuah komunitas. Apa saja, ya?


1. Alasan orang bergabung dengan sebuah komunitas

Terdengar klise, tapi mencari teman adalah salah satu alasan paling umum mengapa orang memutuskan untuk bergabung dengan sebuah komunitas. Melibatkan diri pada aktivitas-aktivitas menarik di komunitas akan memungkinkan seseorang untuk mendapatkan relasi baru, dengan ketertarikan yang sama seperti dirinya. “Dari koneksi baru ini, ia dapat saling berbagi inspirasi dan pengalaman bersama dengan rekan-rekan anggota lainnya, demi perkembangan diri dan hobi yang lebih baik. Berangkat dari koneksi yang semakin meluas ini jugalah, proyek-proyek baru yang menarik pun mungkin saja akan tercipta,” terang Raissa.


Selain itu, bergabung dengan suatu komunitas tertentu juga dapat menambah ilmu seseorang, terutama di bidang yang ia geluti, ataupun bidang lainnya yang berkaitan. Raissa menambahkan, “Ilmu anggota komunitas itu pasti akan selalu bertambah. Baik dari materi yang disampaikan oleh pembicara di komunitas tersebut, ataupun dari percakapan santai antar anggota.” 

 

Kemudian, alasan lain yang mendorong seseorang untuk bergabung dengan sebuah komunitas adalah adanya hobi yang sama. Tidak terbatas pada olahraga ataupun kegiatan fisik yang ekstrem; menonton film, memakai riasan wajah, dan hal-hal sederhana lainnya juga termasuk hobi yang memiliki komunitasnya sendiri. Raissa mengungkapkan, “Wah, kalau bergabung di komunitas yang pun memiliki fokus di hobi yang diminati, ia pun dapat melatih kemampuan mereka dalam hobinya tersebut. Makin pro!” 

 

2. Berkomunikasi lewat komunitas

Menghadirkan pembicara hebat untuk acara webinar komunitas dan memberikan apresiasi kepada anggota komunitas yang paling aktif adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga dan merawat sebuah komunitas. “Di situ, kita menyediakan ruang bagi para anggota komunitas untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan individu yang sejalan pikirannya,” terang Raissa. Selain itu, komunitas yang dibentuk juga bisa membantu brands memahami karakter konsumennya sekaligus membangun loyalitas konsumen. . 


“Kita turut meningkatkan eksposur dan kredibilitas brands, sehingga mempermudah penjualan tanpa upaya penjualan yang terlalu hardselling. Kemudian, kita pun dapat meningkatkan keterlibatan dan retensi konsumen yang lebih baik,” Raissa menjelaskan secara lebih detail. Dengan aktivasi yang mendorong adanya interaksi di komunitas, brands dapat memperoleh kesempatan untuk benar-benar mendengarkan kebutuhan pelanggan. Wah, pantas saja aktivasi komunitas sudah banyak dilakukan oleh brands dari berbagai industri.

 

3. Tiga pilar utama yang didapat dari komunitas

Masing-masing brands tentu memiliki kebutuhan berbeda dan caranya masing-masing dalam mengembangkan komunitas. Umumnya ada tiga pilar utama yang menjadi kebutuhan brands, yakni umpan balik atau feedback, advokasi, dan dukungan berkelanjutan “Keberadaan komunitas memiliki dampak yang sangat besar bagi brands, tentu saja. Untuk diketahui, bahkan brands yang sudah mendunia pun menggunakan komunitas sebagai salah satu strategi mereka untuk mencapai dan menjaga relasi dengan konsumennya. Misalnya, Starbucks dan Lego,” ujar Raissa.

 

Melalui komunitas, brands dapat mempelajari banyak hal, seperti kecenderungan konsumen pada produk mereka, termasuk hal-hal yang menyangkut ide dan promosi kreatif. “Nah, IDN Media pun mengikuti hal ini. Tiap publisher IDN Media memiliki komunitasnya masing-masing. Itu pun masih dibagi lagi menjadi beberapa segmen berdasarkan kota, ketertarikan, dan yang lain. Seru deh!” katanya di penghujung wawancara. Selain membangun komunitas yang berkelanjutan secara mandiri, brand juga bisa berkolaborasi dgn komunitas yang sudah ada. Komunitas-komunitas di IDN Media, misalnya.


bottom of page