top of page

Merayakan Kreativitas di Bidang Produksi Video Tutorial Memasak

26 Apr 23 | 10:28

Felicia Yulianti

undefined

Merayakan Kreativitas di Bidang Produksi Video Tutorial Memasak

Saat ini, konten berbasis video digandrungi warga internet di dunia maya. Video dianggap sebagai konten yang menarik untuk dikonsumsi karena dapat menampilkan narasi dan visual bergerak yang memanjakan mata. Namun, ternyata pembuatan sebuah video itu membutuhkan kreativitas yang tinggi, loh!


Untuk mengenal lebih jauh mengenai produksi video, kali ini IDN Media berkesempatan untuk mewawancarai salah satu penerima penghargaan Timmy of the Month edisi Maret 2023 yaitu Senior Creative Video Associate dari tim Yummy Galis Evans Christian. Galis berhasil mendapatkan penghargaan karyawan terbaik ini karena secara konsisten menunjukkan Timmyness No. 4 (Being active and collaborative rather than competitive) dan Timmyness No. 7 (Assisting others in the group with their work for the benefit of the group) berkat perannya sebagai team player di dalam tim Yummy melalui konten-konten videonya yang berkualitas dan menarik bagi para audiens. 


Ingin tahu lebih dalam mengenai dunia videografi dan seluk-beluk pekerjaan ini di tim Yummy yang tiap harinya rutin memproduksi konten video? Yuk, simak artikel berikut ini!


1.Bertanggung jawab atas produksi video di Yummy


Telah berkarya selama 3 tahun di IDN Media, pria yang akrab disapa Galis ini sehari-harinya menjalankan peran sebagai Senior Creative Video Associate dengan memproduksi video-video memasak yang diunggah di Yummy App dan seluruh media sosial Yummy. Ia merupakan salah satu sosok dibalik berbagai video menggugah selera yang ditonton penikmat konten Yummy. Proses produksi ini dimulai dari brainstorming ide, pembuatan storyboard, syuting, editing, hingga menjadi sebuah video tutorial memasak. 


Untuk menjalankan tanggung jawabnya, Galis tentu telah membekali dirinya dengan skill set yang dibutuhkan seorang videographer seperti dirinya. Dari segi teknikal, seorang videographer harus menguasai teknik videografi termasuk pengoperasian kamera video dan kamera foto, menguasai angle and movement kamera, komposisi gambar, skill editing termasuk menggunakan software untuk proses editing seperti Adobe Premiere dan lain-lain, juga mengasah kepekaan dan seni dalam menyunting video, yang merupakan hasil dari pengalamannya bertahun-tahun mengasah kemampuan di bidang videografi


Meskipun terdengar rumit, sebenarnya skill di bidang videografi bisa dikuasai siapa saja, loh. “Siapapun dapat menguasai videografi secara otodidak. Apalagi sekarang banyak aplikasi editing yang membuat proses mengedit menjadi lebih mudah untuk dipelajari.” ungkap Galis.


 2. Dunia teknologi yang terus berkembang memicu diri untuk terus belajar


Di setiap pekerjaan, apapun itu, pasti ada tantangan yang harus dihadapi. Galis menuturkan bahwa perkembangan teknologi merupakan salah satu tantangan yang ia hadapi.  Apalagi dengan perkembangan teknologi membuat semua pengguna media sosial bisa menjadi videographer. Sehingga, seorang videographer sepertinya harus terus belajar untuk membedakan dirinya dengan orang lain. Ia pun mempunyai strategi tersendiri untuk menghadapi tantangan ini. “Saya tidak menutup diri untuk belajar mengedit dengan lebih instan dan kreatif dengan cara menggunakan aplikasi. Jadi, saya terus belajar mengikuti perkembangan tren yang ada, baik tren dari segi konten maupun dari segi produksi video.” jelas Galis. 


Namun, tak dapat dipungkiri, meski semakin banyak orang awam yang belajar dan menguasai seni videografiperan seorang profesional seperti dirinya tetap dibutuhkan. “Kebutuhan untuk video itu berbeda-beda. Ada beberapa video yang memang membutuhkan kamera video profesional untuk menghasilkan kualitas video yang baik. Sehingga, peran videographer profesional masih sangat dibutuhkan.” lanjut Galis. 


3.Perjalanan berkarya yang diiringi dengan semangat inovasi dan kolaborasi


Perjalanan Galis bersama tim Yummy pun terlihat dari perkembangan konten video Yummy yang muncul di platform Yummy App dan media sosial. Jika dulu, konten video Yummy didominasi video tutorial masak yang hanya terlihat tangan, kemudian berkembang dengan format memasak versi ASMR. Saat ini Yummy juga hadir dengan konten video tutorial masak naratif yang mana sepanjang durasi video akan muncul sosok chef sambil bercerita tentang langkah-langkah memasak. Ini adalah salah satu bentuk inovasi yang dilakukan Yummy agar tetap relevan dengan para audiens setianya yaitu Millennial dan Gen Z. 


Inovasi ini juga tidak akan terwujud tanpa sikap kerja sama, kolaborasi, dan komunikasi baik yang terus dijaga tim Yummy yang saat ini ada di dua wilayah, yaitu Jakarta dan Surabaya. Menurut Galis, dalam bekerja, jarak bukanlah masalah asal dapat menjaga profesionalitas dan komunikasi yang baik. “Di setiap meeting, selalu ada diskusi dan komunikasi yang terjalin antara tim Yummy di Jakarta dan Surabaya.” ungkap Galis.


4.Bekerja dengan passion yang didukung budaya kerja positif


Selama bekerja di IDN Media, Galis mengaku merasa senang karena budaya positif yang secara konsisten diterapkan. Hal itu pun ia rasakan di tim Yummy yang merupakan salah satu unit bisnis IDN Media. “Di sini, kita tidak ada gap. Semua selalu terbuka untuk saling belajar dan mendukung sehingga output pekerjaan pun dapat menjadi lebih optimal.” kata Galis.


IDN Media juga sangat mendukung kesejahteraan karyawan melalui berbagai fasilitas yang diberikan seperti makan siang gratis, ruang tidur, ruang gym, dan kegiatan penunjang bonding lainnya agar dapat mendukung kinerja karyawan. Lalu, ada juga konsultasi mental health bersama in-house mental health counselor demi mendukung kesehatan mental karyawan. Beragam fasilitas inilah yang membuat Galis betah berkarya di IDN Media, selain kesempatannya untuk bertemu dengan orang-orang penting yang terkadang mampir ke dapur Yummy. “Yummy beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi oleh orang-orang penting seperti duta besar, pejabat, dan lain-lain. Signature event Yummy yaitu Indonesia Memasak juga pernah mendatangkan chef ternama Indonesia antara lain Sisca Soewitomo dan William Wongso sehingga saya bisa berinteraksi dan belajar dari figur-figur di dunia kuliner ini.” tutup Galis. 


Wah, ternyata kreativitas dalam memproduksi video dapat membawa seseorang mengalami berbagai pengalaman menyenangkan, ya! Bagi teman-teman yang suka memproduksi video, yuk asah kemampuannya agar dapat menjadi videographer seperti Galis! 

bottom of page