top of page

Mengulik Pekerjaan Editor yang Tidak Hanya Sekadar Menyunting Naskah

29 Dec 23 | 22:09

Felicia Yulianti

undefined

Mengulik Pekerjaan Editor yang Tidak Hanya Sekadar Menyunting Naskah

Tayangnya sebuah artikel di media digital tentunya melalui sejumlah tahap dan kolaborasi berbagai individu, antara lain tim redaksi yang diantaranya terdiri dari penulis dan editor. Seiring dengan kemajuan teknologi dan dunia media digital yang bergerak semakin dinamis, seorang editor berperan sangat penting untuk memastikan setiap artikel yang akan tayang telah memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.  

 

Di tengah dinamisnya dunia media, salah satu publisher di ekosistem IDN Media yaitu IDN Times memiliki seorang editor berprestasi yang berdedikasi dalam menjalankan pekerjaannya yaitu Ita Lismawati F Malau, Editor dari tim IDN Times hyperlocal Banten. Berkat kerja keras dan dedikasinya Ita mendapatkan apresiasi dari IDN Media sebagai Timmy of the Month bulan Desember ini. Ita dengan konsisten menjalankan nilai Timmyness no. 6 (Maintaining a positive attitude even when thing's do not go one's waydalam pekerjaannya sehari hari. Kemampuannya menjaga semangat dan fokus memberikan kontribusi besar bagi kesuksesan timnya. Tak hanya itu, Ita juga dinilai secara konsisten menunjukkan Timmyness no. 4 (Being active and collaborative rather than competitive). 

 

1. Bertugas memastikan kualitas artikel sebelum ditayangkan

Dalam pekerjaan sehari–harinya, Ita memiliki tanggung jawab menyunting artikel-artikel yang akan tayang di IDN Times Banten. Untuk mendukung pekerjaannya sebagai editor, Ita menjelaskan bahwa ada beberapa keterampilan yang perlu dikuasai antara lain kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, keterampilan jurnalistik, dan wawasan yang luas. Pengalaman juga menjadi elemen kunci dalam menilai arah berita dan dampaknya untuk pembaca. Selain itu, pengetahuan mendalam tentang pedoman penulisan, termasuk sensitivitas terhadap topik tertentu, menjadi hal yang tak kalah penting dalam menjalankan pekerjaan sebagai editor.

 

Ita juga menekankan pentingnya memiliki keterampilan komunikasi yang baik apalagi di era digital yang kini semakin menormalisasi bekerja secara virtual. Ia pun terus memanfaatkan semua saluran komunikasi yang tersedia, seperti WhatsApp, email, dan sebagainya untuk berkomunikasi dengan sesama rekan kerja. 

 

Dalam setiap pekerjaan, tentu ada tantangan tersendiri. Ita mengakui bahwa tantangan terberat yang dihadapinya saat ini adalah munculnya rasa jenuh. Namun, ia memiliki cara jitu untuk mengatasi rasa jenuh. “Kebetulan, aku hobi merawat tanaman yang bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi rasa jenuh, mencegah penurunan kinerja, dan memelihara tingkat kreativitas yang tinggi,” ungkap Ita.

 

2. Peran penting lingkungan kerja dalam meningkatkan produktivitas

Selama berkarya di IDN Media, banyak pengalaman yang Ita alami. Namun, hal paling mengesankan saat bekerja di IDN Media adalah karena dapat merasakan bekerja di lingkungan kerja yang sangat mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan. Lingkungan yang nyaman, solidaritas tinggi, dan tanpa adanya senioritas yang berlebihan menciptakan suasana kerja yang positif. Penerapan struktur kerja hybrid juga memberikan fleksibilitas yang sangat membantu Ita meningkatkan produktivitas dan menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai deadline yang disepakati bersama tim.

 

Menariknya, Ita juga menyoroti momen menyenangkan yang pernah dialami di IDN Media, khususnya kegiatan outing. “Kegiatan outing tidak hanya mempererat hubungan antar tim, tetapi juga berhasil mengurangi rasa jenuh yang mungkin timbul saat bekerja di kantor,” jelas Ita.

 

3. Tips untuk bekerja sebagai editor

Meski saat berita dengan format konten seperti foto dan video semakin banyak digemari, artikel tetap memiliki pembaca setianya tersendiri. Ita pun mendorong teman-teman yang memiliki ketertarikan menulis untuk berkembang menjadi penulis hingga dapat berkarya sebagai editor. “Bagi mereka yang tertarik menjadi seorang editor, saya menyarankan untuk mengambil jurusan jurnalistik karena di jurusan tersebut kalian dapat belajar tentang kaidah-kaidah jurnalistik,” ungkap Ita. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa kemauan untuk belajar dan mendalami ilmu tersebut dapat membuka pintu bagi siapa pun, meski tidak memiliki latar belakang jurnalistik. Hal terpenting yang mesti dimiliki adalah semangat dan komitmen untuk terus mengembangkan diri di dunia yang dinamis ini.

 

Ita menjadi inspirasi bagi teman-teman sesama pekerja media. Dedikasinya sebagai seorang editor yang tidak hanya berprestasi dalam pekerjaannya tetapi juga menjaga semangat positif serta budaya kerja yang kolaboratif, menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga bagaimana individu dapat bekerja lingkungan kerja yang harmonis dan produktif serta menjadi bagian dalam menciptakan lingkungan positif tersebut.

bottom of page