Anak Melek Teknologi, Memangnya Bisa?

Cholif Rahma | 2 October 2020

Di era perkembangan teknologi yang pesat seperti saat ini, anak-anak tumbuh beriringan dengan akselerasi digital. Penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari seolah sudah menjadi bagian hidup yang tidak dapat dipisahkan, begitu juga dengan anak-anak. Oleh karena itu, kehadiran orang tua sangat diperlukan untuk membimbing dan mengawasi.

Pada kesempatan kali ini, Najeela Shihab, sosok yang aktif dalam bidang pendidikan anak, membagikan pandangannya mengenai anak-anak yang semakin melek teknologi. Tidak lupa, Najeela juga akan memberikan tips dan trik untuk para orang tua saat mendampingi anak-anak mereka dalam mengakses internet dan teknologi. Berikut adalah rangkuman sesi wawancara bersama Najeela, semoga dapat menambah wawasan!

1. Tantangan mendampingi anak saat mengakses internet 

Saat ini, penggunaan gadget untuk mengakses informasi melalui internet sudah menjadi fenomena yang biasa ditemui tiap harinya. Namun, orang tua harus ingat bahwa bagaimanapun, ada beberapa akses informasi yang perlu dibatasi. Itulah mengapa kehadiran dan pengawasan orang tua menjadi sangat substansial. 

Sayangnya, banyak orang tua yang belum terbiasa dengan kecanggihan teknologi, sehingga akhirnya timbullah rasa khawatir yang berlebih. “Padahal, mau tidak mau, orang tua juga perlu memahami teknologi karena hal tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Melek teknologi dan cerdas secara digital sudah seharusnya menjadi prioritas. Jadi, anak-anak bukan hanya bisa mengakses teknologi, tetapi juga paham betul apa yang sedang mereka kerjakan,” ujar Najeela.

2. Bimbing anak agar melek teknologi

Pengertian mengenai melek teknologi, bagi Najeela, adalah, “Ketika anak-anak bisa benar-benar memanfaatkan teknologi untuk menumbuhkan kompetensi secara penuh. Bukan sekedar mencari hiburan saja, sampai akhirnya nanti jadi terlalu kecanduan. Ini lebih dari sekedar teknis, ya, karena anak-anak sudah harus siap menghadapi teknologi secara kognitif, sosial, dan juga emosional.”

Oleh karena itu, Najeela memberikan beberapa cara untuk membimbing anak agar dapat menjadi individu yang lebih melek teknologi. “Pertama, penting bagi orang tua untuk menerapkan regulasi diri saat mengenal dunia digital. Ada batasan waktu yang diberikan dan ada batasan untuk apa saja yang bisa mereka akses,” jelas Najeela.

“Kedua adalah bangun fondasi di rumah tentang penggunaan teknologi. Jadi, ada batasan atau aturan tertentu saat berinteraksi di dalam dunia digital. Kita berikan pengertian, kalau lewat internet, aktivitas yang bisa kita lakukan tidak terbatas pada bermain saja, lho. Kita juga bisa mencari informasi, membantu memahami pekerjaan rumah, dan masih banyak lainnya,” imbuhnya.

3. Menjadi orang tua bijak teknologi

Sebagai orang tua, kita tidak hanya menerapkan aturan saja, tetapi harus dibarengi dengan contoh nyata bagi anak karena bagaimanapun juga, orang tua adalah panutan pertama yang akan dicontoh oleh anak. “Contoh paling nyata, kita melarang anak untuk terus-terusan bermain gadget, tetapi saat bersama anak, kita juga malah selalu asyik bermain media sosial. Ini, ‘kan, bisa dicontoh oleh mereka,” jelas Najeela.

Oleh karena itu, tindakan orang tua di sekitar anak juga perlu diperhatikan agar apapun yang orang tua lakukan dapat memberikan pengaruh baik bagi anak. Menjauhkan gadget saat bermain dengan anak menjadi salah satu pilihan tepat. Dengan demikian, anak tidak hanya akan memahami pembatasan penggunaan gadget, namun di sisi lain, mereka juga akan merasa lebih diperhatikan.

4. Tips dan trik dalam penggunaan gadget bagi anak

Pada kesempatan kali ini, Najeela juga membagikan tips dan trik bagi orang tua yang menghadapi tantangan dalam menerapkan aturan dan jadwal penggunaan gadget buat si kecil. Namun, sebelum memulainya, ia menegaskan, “Penggunaan sosial media itu, bahkan semua aplikasi, ada batasan usianya, Ma, yaitu diatas 13 tahun.”

Menurutnya, untuk anak usia balita, gadget sebenarnya belum menjadi suatu hal yang wajib diperkenalkan. “Anak-anak usia balita harus banyak belajar lewat pengalaman motorik dan sensorik dan pengalaman tersebut tidak dapat diperoleh melalui layar. Sedangkan untuk anak usia 6-12 tahun, terutama pada masa pandemik ini, mau tidak mau harus bersinggungan dengan gadget karena harus belajar di rumah secara virtual. Walaupun demikian, orang tua tidak boleh lengah mengawasi, ya.” 

“Orang tua dapat mengajak anka berbincang tentang informasi apa saja yang dapat mereka akses melalui internet. Contonya, ada pekerjaan rumah yang memerlukan informasi terkait A, maka hanya laman yang mengandung informasi A itu sajalah yang boleh mereka akses,” ujar Najeela memberikan contoh. Untuk mengakhiri sesi malam itu, ia menambahkan, “Penting juga untuk menerapkan kejujuran untuk melatih anak agar jujur tentang apa saja yang mereka peroleh dari internet. Dengan demikian, kita bisa terus mengawasi mereka.”

Rangkaian acara Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 masih akan berlangsung hingga 3 Oktober 2020. Mengusung tema "Nurturing the Future-Ready Family", topik-topik parenting yang menarik akan dihadirkan setiap harinya dan dibahas langsung oleh para pakar. Penonton dapat menyaksikan rangkaian acara Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 secara gratis melalui platform Zoom, YouTube, dan website popac.popmama.com.