Cerita Timmy Baru: Santai dan Produktif, Pacu Timmy untuk Beri yang Terbaik

Amelia Rosary Dewi | 28 May 2020

Masa pandemik yang tak kunjung usai tidak menghalangi IDN Media untuk mengapresiasi dan dan menyambut beberapa Timmy baru. Pada kesempatan kali ini, Timmy batch April 2021 membagikan pengalaman mereka saat menjalani proses perekrutan di perusahaan media yang menargetkan generasi Millennial & Gen Z tersebut. Untuk kalian yang berminat untuk mendaftar kerja di IDN Media, semoga artikel ini bisa membantumu mendapat gambaran, ya. Yuk, kita simak!  
 
1. Proses perekrutan
Di awal sesi wawancara, Dyah Yulianto selaku Community Associate di IDN Media, menceritakan kisahnya saat menjalani proses rekrutmen di IDN Media. “Sistem perekrutannya sangat sistematis, sama seperti kebanyakan perusahaan, tapi pembedanya mungkin terdapat pada vibe positif yang ramah saat sesi wawancara sedang berlangsung. Santai, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan juga unik dan tidak repetitif, sehingga sangat efektif,” terangnya. 
 
Melanjutkan keterangan Dyah, Karina Sukarmin, Marketing Associate, menjelaskan tentang study case, salah satu step perekrutan di IDN Media yang harus dilalui oleh kandidat. “Ada pula study case. Saat mengerjakan study case yang diberikan oleh IDN Media, rasanya memang begitu challenging karena aku merasa harus mengisinya dengan realistis, relevan, dan adaptif, tergantung pada keadaan bisnis saat ini. Bukan cuma asal isi yang penting selesai, ya. Study case dalam proses rekrutmen ini, menurut saya, dapat membantu perusahaan dalam mengetahui kapasitas kandidat. Intinya, study case itu seperti simulasi pekerjaan,” jelas Karina.
 
2. Lingkungan kerja yang kondusif
Bagi IDN Media, kenyamanan Timmy merupakan salah satu prioritas utamanya. “Sebagai perusahaan yang menargetkan Millennial & Gen Z di Indonesia, IDN Media menciptakan policies yang memang membuat kita, sebagai anak muda, merasa nyaman. Contohnya, IDN Media memperbolehkan Timmy untuk mengenakan pakaian apapun yang kita mau, tanpa ada judgement, tentu saja, ya,” Timotius Lianoto, Software Engineer, memberi keterangan.
 
Memanfaatkan kondisi lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif ini, Dhiya Aulia, Creative Writer di kanal hype IDN Times, mengaku ingin mengoptimalkan kemampuannya di bidang tulis menulis, khususnya jurnalistik. Katanya, “Mengapa? Karena ketika karya saya bisa dibaca oleh banyak orang, tentu hal ini menjadi kesenangan tersendiri. Saya juga berharap bahwa apa yang saya tulis itu tidak hanya menghibur, tapi juga bisa memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.”
 
3. Onboarding bantu Timmy baru semakin kenal perusahaan
Setelah bergabung dengan IDN Media selama satu bulan, Aditya Pratama, Graphic Designer di IDN Times, mengaku bahwa sesi onboarding merupakan sesi perkenalan yang begitu membantu. “Sejauh ini, seru banget! Kalau diingat-ingat lagi, sesi onboarding betul-betul membantu saya untuk mencari tahu lebih jauh tentang IDN Media. Senang dan bersyukur karena bisa membantu teman-teman editor untuk memenuhi kebutuhan grafis berupa infografis dan ilustrasi. Komunikasinya juga sangat baik. Mungkin tak selamanya semulus itu, tapi semoga kita bisa sama-sama cari jalan keluarnya dengan baik,” jelas Aditya.
 
Apabila diminta untuk menggambarkan situasi kerja di IDN Media, mayoritas mereka menjawab, “Sangat menyenangkan.” Meski tidak diwajibkan untuk selalu tampil formal dan rigid, kedisiplinan yang diterapkan oleh IDN Media tidak bisa diremehkan. “Nah, ini dia poin plusnya. Suasana kerja yang tetap produktif meski tidak kaku justru malah membuat saya terpacu untuk selalu memberikan yang terbaik. Saya harap bisa menjadi bagian IDN Media dalam waktu yang lama,” kata Lies Anisa selaku Business Development Controller.
 
4. Yakinkan diri bahwa kita pantas
New Timmy bulan April bisa dibilang beruntung karena tetap dapat memperoleh pekerjaan di tengah situasi tak menentu akibat pandemik. Rona Violita, Account Manager IDN Times, memberi semangat pada mereka yang tengah mencari pekerjaan selama masa pandemik. “Tenang, sebenarnya masih banyak perusahaan yang buka lowongan di masa pandemik, kok. Rajin-rajinlah cari informasi lowongan kerja dari berbagai sumber. Tak hanya dari media sosial, website, atau aplikasi saja, ya. Namun, cari tahu informasi lowongan kerja dari teman, keluarga atau relasi yang kalian miliki,” kata Rona.
 
Jangan lupa untuk melamar pekerjaan yang kualifikasinya sesuai dengan kemampuan dan pengalaman. Kemudian, update CV dengan informasi-informasi terbaru, lengkap dengan keterampilan yang dimiliki. “Doa, ini mungkin yang paling penting, ya. Pasti akan ada jalan kalau kita terus berupaya, pasti. Yakinkan diri bahwa kita pantas, kok, untuk mengisi lowongan pekerjaan tersebut,” lanjut Rona sekaligus menutup perbincangan sore itu.