Diversity is Beautiful! Pentingnya Keberagaman di Kantor IDN Media

Amelia Rosary Dewi | 2 September 2020

Mendengar tentang perbedaan di tempat kerja, hal apa yang pertama terlintas di benak kita? Sebagian besar mungkin akan menjawab budaya, ras, agama, jenis kelamin, dan daerah asal. Padahal, keberagaman adalah sesuatu yang lebih kompleks daripada itu. Winston Utomo, Founder dan CEO IDN Media, menyatakan 3 jenis keberagaman lain yang dapat kita temukan di lingkungan kerja. 
 
1. Pengalaman hidup dan kepemimpinan terbuka

 

Menjalani hidup yang berbeda, tiap individu tentu memiliki pengalaman, peluang, dan pilihan yang berbeda pula. Menariknya, aneka pelajaran hidup yang mereka peroleh juga bisa menjadi suatu sinergi yang positif bagi perusahaan. Untuk mewujudkan hal tersebut di lingkungan kerja, Winston yakin bahwa kepemimpinan terbuka adalah salah satu hal yang patut dipertimbangkan.
 
Seorang lulusan baru, misal, dapat memberi kita wawasan tentang tren yang disukai oleh generasi millennial dan z pada saat ini. Tak hanya itu, seorang employed mom juga dapat mengajarkan tentang manajemen waktu dan skala prioritas kepada kita. Menanggapi hal tersebut, Winston mengatakan, “Seperti piano. Justru dengan nada yang berbeda, kita dapat menciptakan suatu nada yang indah. Saling melengkapi.”
 
2. Mendengar dan mempertimbangkan perspektif Timmy

 

Banyaknya anggota dalam suatu organisasi tentu akan menghasilkan sudut pandang yang variatif. Bila dipadukan dengan apik, perbedaan perspektif ini juga dapat melahirkan berbagai macam ide yang inovatif dan kreatif. Namun, agar keberagaman sudut pandang tersebut tak berujung konflik, tiap anggota diharapkan menjadi pendengar yang baik dan berjiwa besar.
 
Pasalnya, kata Winston, seorang pendengar yang baik cenderung akan mempelajari suatu hal dari berbagai perspektif dengan senang hati. Ia berpikiran terbuka dan tak membatasi diri hanya pada satu perspektif saja. Dalam urusan pekerjaan, kantor pun perlu melakukan hal yang serupa. Winston menegaskan, “Every perspective matters. Bila kantor gagal mendengarkan masukkan dari Timmy (sebutan bagi karyawan IDN Media), tentu Timmy akan merasa kecil dan bahkan tak percaya diri dengan perspektifnya sendiri.”
 
Perbedaan perspektif bukanlah hal yang luar biasa: inklusilah yang menjadikannya luar biasa. Apabila perspektif dan masukan dari karyawan didengar, di saat itulah mereka merasa diapresiasi dan diakui sebagai bagian dari suatu organisasi. Itulah mengapa, ucap Winston, IDN Media selalu berkomitmen untuk mendengar dan mempertimbangkan perspektif serta opini Timmy.
 
3. Terima aspirasi, ciptakan kultur yang fleksibel dan humanis

 

Aspirasi merupakan harapan dan tujuan yang biasanya seseorang tetapkan guna mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Dalam lingkup kerja, karyawan sebagai salah satu aset perusahaan memiliki potensi yang dapat mendukung perkembangan perusahaan melalui aspirasi mereka. 
 
Setiap karyawan biasanya memiliki harapan dan tujuan yang ingin mereka ungkapkan kepada pihak manajemen perusahaan. Winston Utomo, Founder dan CEO IDN Media, mengungkapkan, “Manajemen perusahaan harus mempertimbangkan aspirasi mereka dengan selalu meletakkan mereka di pusat diskusi kebijakan, apapun itu.”
 
Ia melanjutkan bahwa mendengarkan dan menampung aspirasi tiap Timmy dapat membuat mereka merasa lebih diterima dan dihargai, meski pendapat tersebut sebenarnya masih perlu dipertimbangkan lagi bersama pihak manajemen secara lebih lanjut. “Mengelola aspirasi karyawan memang bukan suatu hal yang mudah untuk dilaksanakan: sebuah organisasi harus menciptakan kultur yang fleksibel dan humanis,” lanjut Winston.
 
Keberagaman tak terbatas pada ras, agama, dan bahasa. Memiliki makna yang lebih dalam, keberagaman juga meliputi peristiwa hidup, cara pandang, cita-cita, dan banyak abstraksi lain. Menyadari hal tersebut, IDN Media meyakini bahwa #DiversityIsBeautiful dan kepemimpinan terbuka merupakan salah satu cara yang jitu untuk merawat keberagaman di perusahaan.