Dukung Content Creator, IDN Creator Network Luncurkan Program Talent Representation

Amelia Rosary Dewi | 4 April 2021

Influencer marketing telah menjadi terminologi yang tak lagi asing di dunia bisnis. Banyak menggunakan media sosial sebagai mediumnya, strategi pemasaran tersebut kini tengah menjadi tren iklan yang banyak dianut oleh brand. Dengan pendekatan personal, influencer dinilai memiliki cara yang unik dalam mempromosikan suatu produk, sehingga brand awareness pun dapat kian meningkat. 

Namun, perlu diingat bahwa efektivitas proses tetap menjadi salah satu parameter yang menentukan kesuksesan dari influencer marketing. Oleh karenanya, IDN Creator Network, sebuah creator marketing platform milik IDN Media, tengah berada pada tahap akhir peluncuran layanan baru: Talent Representation. “Layanan ini ditujukan untuk menjaga efektivitas proses melalui pembangunan partnership dengan brand, sekaligus pengoptimalan potensi dari para talent,” ucap Tasya Syandriana selaku Talent Manager IDN Creator Network.

1. Mengenal apa itu Talent Representation persembahan dari IDN Creator Network

IDN Creator Network telah berkecimpung pada dunia influencer marketing sejak 8 Maret 2017 lalu. Di 3 tahun pertamanya, IDN Creator Netwok telah memiliki 4 layanan utama, yaitu Campaign一yang masih terspesifikasi menjadi Daily Campaign dan Special Occasion Campaign, kemudian Hyperlocal Influencer, IDN Creator Roadshow一yang harus ditiadakan selama masa pandemik masih berlangsung, dan ada pula yang disebut dengan Brand Ambassador Management

Menginjak tahun ke-4, IDN Creator Network pun berekspansi pada layanan Talent Representation. Mengonfirmasi hal tersebut, Tasya menyatakan, “Layanan yang satu ini merupakan bisnis ekspansi dari IDN Creator Network. Masih dengan tujuan yang sama, Talent Representation ingin menjalin kerja sama dengan brand. Namun, lebih dari itu, Talent Representation bermaksud untuk memaksimalkan potensi dari talent agar kebutuhan dari brand pun dapat lebih terpenuhi. Dengan cara apa? Applying filters pada para talent kami.”

2. Applying filters, maksudnya?

Untuk membantu brand secara lebih akurat dalam memenuhi marketing objektif mereka, IDN Creator Network ingin hadir untuk membantu. “Garis besarnya, kami hire para kreator yang memang sudah kami pertimbangkan secara matang-matang dengan berbagai macam kalkulasi empiris. Mulai dari audience profiling, asset assessment yang terdiri dari engagement rate, performance rate, kemudian ada juga portofolio proyek yang pernah mereka kerjakan sebelumnya,” terang Tasya.

Dengan menentukan “filter” seperti yang telah disebut di atas, brand tentu akan lebih mudah menentukan influencer mana yang paling tepat untuk produk mereka secara lebih terperinci, serta menyesuaikan marketing objective mereka. “Benefit ini tak hanya dapat dirasakan oleh brand, namun juga oleh influencer-nya. Talent Representation hadir untuk ‘merawat’ influencer kami, jadi kami juga akan ikut terlibat dalam campaign management-nya, secara proaktif mendampingi saat proses content production, scheduling, lalu bantu juga saat brainstorming bila influencer memang menghendaki demikian一meski ide atau moodboard awal itu tetap diinisiasi oleh influencer,” ungkap Tasya detail.

3. Proaktif bantu influencer jadi poin plus, ini poin krusial yang harus diingat

Menyebut proactive assistance sebagai hal istimewa dari Talent Representation, Tasya menambahkan, “Saya tekankan sekali lagi, kami ada untuk memudahkan influencer dalam proses produksi: sesederhana menyediakan fotografer atau videografer, bantu cari dresscode, misalnya. Namun, di sisi lain, kami juga ingin membantu influencer kami untuk ‘grooming’, sehingga komersialisasi mereka pun meningkat, mengingat IDN Media sendiri adalah sebuah perusahaan dengan ekosistem bisnis yang luas dan saling melengkapi.”

Menutup  perbincangan hari itu, Tasya menegaskan, “Ada dua poin krusial yang harus selalu diingat terkait Talent Representation. Satu, talent: seusai adanya tanda tangan kontrak dan talent onboarding, fokuslah untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas para influencer agar brand tahu bahwa kita juga melakukan ‘maintenance’. Dua, brand: lakukan strategi proactive selling secara konsisten sambil terus memahami financial projection dari brand agar demand mereka terpenuhi dengan supply yang tepat. Bila baru tap in satu kali, perlu ditekankan bahwa itu baru bakal klien, ya. Kalau sudah tap in berkali-kali dan ada advokasi, itu baru bisa disebut sebagai klien.”