IDN Times Sumsel: Salah Satu Peradaban Indonesia yang Masih Ada

Cholif Rahma | 13 November 2020

Untuk merealisasikan visi utamanya dalam “democratize information”, IDN Times hadir di beberapa kota yang tersebar di seluruh Indonesia‚ÄēPalembang, Sumatera Selatan adalah salah satunya. Kali ini, Feny Maulia Agustin, seorang reporter IDN Times Sumsel, membagikan kisahnya tentang pekerjaan, sekaligus keindahan dan aspek historis kota Palembang.

 

1. Bertemu dengan masyarakat secara langsung adalah kegiatan sehari-hari

Feny, yang baru bergabung dengan IDN Media pada 10 Juni 2019 lalu, adalah seorang reporter yang fokus pada peliputan informasi olahraga, ekonomi, dan segala sesuatu yang masih berkaitan dengan instansi pemerintahan Kota Palembang. “Meliput kegiatan olahraga khususnya sepak bola, serta meliput berita dari instansi pemerintah kota, membuat saya selalu berada di tengah masyarakat dan tahu keadaan sebenarnya di lapangan,” ungkap Feny.

2. Tahu tentang wisata dan sejarah Palembang

Sebagai reporter di IDN Times Sumsel, Feny banyak mengenal tentang objek-objek wisata di daerah tersebut, seperti pantai, gunung, dan salah satu sungai terpanjang di Indonesia, yaitu Sungai Musi. Selain itu, sejarah Palembang juga masih dilestarikan oleh masyarakat di sana, bahkan hingga saat ini. 

“Banyak kota lain yang punya wisata sungai, tetapi Sungai Musi memiliki keistimewaan karena unsur sejarahnya. Sebutan Venesia dari Timur itu bukan sekadar julukan, ada sejarah peradaban di baliknya. Sejarah peradaban yang betul-betul dijaga ini membuat adat istiadat di Palembang masih terasa begitu kental. Bahkan, hingga saat ini, keturunan dari Kerajaan Sriwijaya masih bisa kita temui, lho,” imbuhnya. 

3. Harus tetap melestarikan kebudayaan

Menurutnya, Palembang memiliki salah satu warisan peradaban Indonesia yang bukan hanya pernah ada, namun bahkan masih ada hingga kini. Seiring dengan berkembangnya zaman, tentu ada banyak elemen sejarah yang mulai ditinggalkan dan dilupakan. “Sebagai millennial, kita harus mulai belajar dan mencintai kekayaan daerah. Jangan sampai sejarah hanya jadi sekadar sejarah,” pungkas Feny.

“Kalau boleh saya sampaikan pengamatan saya secara pribadi, sekarang sudah mulai banyak millennial Palembang yang tidak tahu tentang daerahnya sendiri. Wah, kalau bukan kita yang melestarikan dan mempopulerkan sejarah dan budaya tersebut, lalu siapa lagi?” tanya Feny, menutup sesi wawancara dan mengajak millennial untuk melestarikan sejarah dan tradisi lokal.