Jenuh Tak Terhindarkan, Ini Caraku Tetap Positif di Masa Pandemik

Amelia Rosary Dewi | 25 May 2020

Tulisan ini dibuat oleh Donny Andrian dari tim Audience Development untuk program Timmy's Story

Meski IDN Media telah menerapkan kebijakan Flexible Working Arrangement atau yang biasa disingkat sebagai FWA, sebagian besar Timmy tentu masih enggan keluar rumah bila tak ada urusan yang sangat mendesak. Aku adalah salah satu dari Timmy itu, tentu saja. Masih teringat jelas ketika kehidupan masih berjalan dengan normal: pagi berangkat ngantor, sore pulang ke rumah. Saat itu, bekerja dari rumah terasa begitu istimewa dan menyenangkan. Sayangnya, datangnya pandemik COVID-19 merombak perspektif tersebut dengan begitu cepat. Bosan, jenuh, dan lelah bercampur menjadi satu, menguras energi positif yang masih tersisa di dalam diri.

Berada di tengah situasi seperti itu, aku dipaksa memutar otak untuk mencari cara agar tetap ‘waras’. Ya, menurutku diri kita memegang kendali penuh untuk menentukan solusi apa yang harus dilakukan di tengah keterbatasan ini. Berdasarkan pengalamanku, ini beberapa cara yang aku lakukan agar bisa tetap positif dan melewati masa-masa sulit selama pandemik ini.

1. Beri kepercayaan pada anggota tim 

Kendati bukan hal baru, pandemik membuat akselerasi digital terjadi secara lebih besar-besaran. Hal ini berbanding lurus dengan melonjaknya angka pelanggan (customer) dan permintaan (demand). Kesibukan pun bertambah, bercampur dengan rasa jenuh dan lelah yang terakumulasi sejak Maret 2020 lalu. Belum lagi hadirnya anggota tim baru yang mengharuskan kita untuk tetap mampu beradaptasi di tengah segala keterbatasan yang ada. Sulit, memang, tapi tak ada yang dapat kita lakukan selain menjalaninya dan menerapkan asas kepercayaan kepada seluruh anggota tim. 

Biasanya, aku akan double check pekerjaan timku. Namun, terkadang hal ini cukup menguras waktu dan tenaga sehingga pekerjaan pun menjadi tidak efisien. Seperti yang aku sebut di atas: asas kepercayaan menjadi suatu hal yang begitu fundamental. Ketika sudah memberi tugas anggota tim, biarkan mereka mengerjakan tiap detail yang ada. Paling, pada penghujung hari, aku hanya akan mengecek pekerjaan tim secara general, tanpa harus memusingkan hal-hal kecil yang sejatinya bisa aku percayakan secara penuh kepada mereka.

2. Disiplin luangkan waktu istirahat

Dinamika dan semangat terasa begitu kental saat berjumpa dengan teman-teman di kantor, membuat hari-hari terasa berlalu dengan lebih cepat saat di kantor. Beda halnya dengan apa yang kita lalui sekarang. Manajemen waktu memang penting, tapi apalah makna dari manajemen waktu apabila kita tak memiliki kendali atas diri kita sendiri? Harus strict waktu, itu intinya. Tidak jelasnya batas waktu antara berangkat dan pulang kerja membuat kita ingin merampungkan suatu pekerjaan dalam sehari. Be strict pada diri sendiri: kita juga perlu istirahat, nonton film, dengarkan musik, refreshing dalam bentuk apapun itu. Pada akhirnya, cuma kita yang bisa mengatur pikiran dan perasaan kita sendiri agar ketidakstabilan emosi yang mungkin saja terjadi dapat dikendalikan. 

3. Ikhlas dan hindari toxic positivity

Harus ikhlas. Mudah dikatakan, sulit dilaksanakan. Namun, ikhlas memang menjadi suatu keharusan di situasi tak menentu seperti ini. Jalani hari-hari dengan setulus hati, tapi berbesar hatilah juga ketika diri kita sudah merasa cukup dan tak sanggup lagi. Bagaimanapun, kita adalah manusia yang tentu akan mencapai titik lelah dan jenuh yang sudah tak dapat dibendung lagi. I mean, enough is enough. Be kind to yourself. Hati-hati juga dengan toxic positivity yang mungkin tanpa sadar kita lakukan pada diri sendiri. Misalnya ketika kita berpkir “Dikit lagi kelar, kok, yuk!”, jangan-jangan kita sedang menolak untuk mendengarkan keluh kesah diri kita sendiri untuk beristirahat. 

Nah, semoga beberapa hal di atas bisa jadi pengingat atau inspirasi bagi teman-teman yang juga sedang berada di titik jenuh atau butuh mengembalikan energi positif di dalam dirinya. Share juga ya kalau kamu punya cara lain untuk tetap stay positive!