Ketahui Suka dan Duka jadi Audience Development saat Pandemik!

Amelia Rosary Dewi | 3 June 2020

Pandemik COVID-19 berdampak langsung pada berbagai sektor industri di seluruh dunia, terutama Indonesia.

Hal ini membuat berbagai pemilik usaha beralih memasarkan produknya secara online, sehingga promosi konten melalui digital media pun menjadi suatu hal yang banyak orang perlu ketahui. 

Pada kesempatan kali ini, Novita Santoso akan membagikan kesehariannya dalam menjalani peran sebagai Head of Audience Development di IDN Media. 

1. Sinergi antar unit bisnis di IDN Media

 

Tim Audience Development di IDN Media bertanggung jawab pada adanya sinergi antar unit bisnis di IDN Media, dan mengupayakan pertumbuhan audiens serta traffic di IDN Media.

“Audience Development bertugas mendistribusikan konten yang tepat ke audiens yang tepat, mencari audiens baru, dan meningkatkan traffic ke semua publishers dalam grup IDN Media.

"Hal ini bisa lebih mudah dicapai saat ada sinergi antar unit bisnis saling support alih-alih berkompetisi dan jalan sendiri. Jangan jalan sendiri, berat. Biar Dilan aja yang jalan sendiri. 

Memang secara jam kerja tim Audience Development biasanya lebih panjang, termasuk harus rela ‘diganggu’ saat akhir pekan dan malam hari.

"Meski sudah ada pembagian jam kerja, tetapi kita harus siap kerja, bahkan di jam-jam malam dan weekend,” jelas Novita secara lebih detail. 

2. Elemen pembentuk Audience Development

 

Audience Development sendiri terbagi dari 4 elemen utama, yakni content distribution, SEO, digital ads, dan user intelligence. Berikut adalah penjelasan singkat menurut Novita:

a. Content distribution

Tim ini adalah cikal bakal Audience Development. Tugasnya menggawangi akun media sosial milik IDN Media. Sehari-harinya mereka melakukan dua tugas utama, yakni content creation (interaksi melalui story, feed, quiz di platform Instagram) dan content distribution (mendistribusikan konten ke platform media sosial).

b. Digital ads

Tim ini membantu tim distribusi konten untuk mengamplifikasi konten-konten yang bekerja di media sosial menggunakan platform digital berbayar. 

c. SEO

Bila tim content distribution menguasai sosial media, maka tim inilah yang mengupayakan publishers di IDN Media muncul di mesin pencari Google. Proses kerjanya sangat berbeda dengan tim content distribution, karena platformnya memiliki perbedaan sistem algoritma dan cara kerja.

d. User intelligence

Sebuah sub-divisi “paling muda” di dalam tim Audience Development. Ia lahir karena tuntutan untuk segmentasi pasar makin besar seiring berjalannya waktu. Bisa dibilang tugasnya adalah ekstensi dari 3 sub-divisi lainnya karena ialah yang berusaha untuk mempertahankan audiens yang telah didapat dari 3 sub-divisi lainnya agar menjadi loyal users.

3. Kunci utama jadi Audience Development 

 

Selain sadar dengan program publishers satu-sama lain, kecepatan dan ketepatan adalah kunci utama yang wajib dipegang.

Novita menyatakan, “Selain menekankan pentingnya speed, membiasakan tim agar dapat melihat urgensi berita pun penting.

"Dengan begitu, tim tahu ke mana harus mendistribusikan berita tersebut: ke channel apa, organik atau berbayar, dalam proses publikasinya pun akan otomatis kolaborasi dengan lintas subdivisi Audience Development.

"Tentunya tantangan eksternal dan internal itu ada, ya. Eksternal seperti algoritma media sosial dan search engine yang terus berubah.

"Internal biasanya terkait manpower dan pengadaan konten: kadang pas butuh konten cepat belum ada kontennya, kadang sebaliknya butuh di-push tapi manpower tim distribusi terbatas.

"Apalagi kalau dibanding 3 tahun lalu; manpower tim Audience Development tidak bertambah sebanding dengan pertumbuhan tim redaksi jadi lumayan kejar-kejarannya.

"Sejauh ini masih bisa lancar dengan komunikasi dua arah, kita tahu semua orang bekerja keras.” 

4. Bagaimana bila tantangannya adalah sesuatu yang tak dapat dikontrol? 

 

"Kalau masalah menyelesaikan pekerjaan, selama ada koneksi internet dan konten yang akan dioptimasi AD masih bisa bekerja di mana saja.

"Kita juga sudah memiliki kebudayaan internal untuk saling backup kerjaan apabila ada anggota tim yang mengalami kendala, sehingga masalah yang muncul tidak berlarut-larut.

"Malahan, ada sisi positif dari COVID-19 ini, yaitu teman-teman redaksi sekarang bisa live tanpa bergantung kepada tim media sosial. Semua orang belajar hal baru, tools baru.” ungkap Novita.

Head of Audience Development IDN Media ini pun menegaskan bahwa bekerja sebagai Audience Development harus bisa fleksibel: kerja dari mana saja, kapan saja.

“Nah, kalau selama masa pandemik, yang berbeda paling hanya karena tidak bisa ngantor dan pada sistem laporan. Saat ini, laporan kerja harian harus diisi tiap sore.

"This is just to keep each other accountable,” katanya.

5. Audience Development dari kacamata marketing

 

Baik Audience Development maupun Digital Marketing, keduanya sama-sama bertujuan pada “growth”.

Bedanya adalah Audience Development itu lebih condong pada menumbuhkan audiens yang "tepat" menggunakan konten yang pas dan basis data riil.

Apa yang harus diperhatikan itu lebih dari sekedar angka klik atau bagaimana cara memanfaatkan semua digital marketing tools, tapi bagaimana audiens yang tepat dapat dijangkau menggunakan konten yang tepat pula.

Perlu diingat, platform yang besar atau ramai belum tentu jadi medium yang paling tepat untuk konten kita, lho!