Keunggulan dan Pengaruh Pandemik pada Bisnis IDN Programmatic OOH

Amelia Rosary Dewi | 24 June 2021

Programmatic out-of-home advertising atau layanan iklan luar ruang berbasis digital adalah salah satu jenis metode periklanan luar ruang yang tengah berkembang pesat. Tak hanya dalam bentuk billboard saja, layanan iklan luar ruang ini juga bisa diinstalasikan pada kendaraan (vehicle advertising), lho.
 
Didukung oleh perkembangan teknologi, vehicle advertising pun menciptakan peluang baru di dunia periklanan luar ruang. Melihat hal tersebut, IDN Media berinisiatif mengenalkan salah satu produk terbarunya, yaitu IDN Programmatic Out-of-Home (IDN Programmatic OOH) pada 24 Juni 2020 lalu. Lantas, apa saja yang menjadi keunggulan IDN Programmatic OOH dan bagaimana pandemik mempengaruhi bisnis tersebut?
 
1. Pengembangan IDN Programmatic OOH
Layanan iklan luar ruang adalah sebuah platform iklan yang terkoneksi dengan GPS dan internet, sehingga dapat menampilkan iklan secara real-time dan terukur. IDN Programmatic OOH berencana untuk fokus pada dua fase pengembangan. Winston Utomo, CEO IDN Media, menjelaskan, “Di fase pertama, IDN Programmatic OOH akan mengembangkan layanan iklan luar ruang dengan format layar LED dua sisi yang terkoneksi dengan internet dan terpasang di bagian atas mobil taksi online. Sejauh ini, sudah ada 400 mobil taksi online di wilayah Jabodetabek dan Surabaya yang telah bergabung di sistem IDN Programmatic OOH.”
 
2. Format iklan yang tak lekang oleh zaman
Programmatic OOH ingin membantu marketer untuk menjangkau konsumennya secara lebih efisien, dimana selama ini selalu terbatas dengan format iklan luar ruang tradisional─mulai dari harga yang tinggi per lokasi pemasangan, terbatasnya exposure, tidak adanya laporan performa iklan, durasi pemasangan yang tidak fleksibel, lokasi OOH yang ilegal, hingga pengaturan konten yang tidak dapat diubah. 
 
Dengan mobilitas programmatic out-of-home, marketer juga diberi fleksibilitas untuk “menjemput bola” mereka. Tak hanya itu, pendekatan strategis berbasis data pada programmatic out-of-home dapat membantu marketer untuk memperhitungkan efisiensi biaya dan memberikan gambaran spesifik mengenai hasil impression dari target pasar mereka.
 
Selain itu, dengan instalasi layar LED di atas mobil yang menghadap ke samping agar tak menyebabkan distraksi bagi para pengendara di belakangnya, ditambah dengan penggunaan teknologi terprogram yang telah dipatenkan, IDN Programmatic OOH juga menerapkan konsep personalized marketing. “Dengan demikian, IDN Programmatic OOH ingin menjadi game changer di industri iklan out-of-home. Penyusunan strategi marketing juga harus disesuaikan karena tiap brand memiliki objektif yang berbeda,” Alfian Lumanto, Head of IDN Programmatic OOH, mengungkapkan.
 
3. Bagaimana IDN Programmatic OOH dapat bertahan di tengah pandemik
Untuk terus menjawab kebutuhan marketer, IDN Programmatic OOH memanfaatkan periode pandemik untuk kembali ke tahap Research and Development (R&D). Kini, IDN Programmatic OOH tengah mengembangkan teknologi hyperlocal targeting, sebuah teknologi yang dapat membantu layanan iklan programmatic OOH untuk melakukan targeting secara lebih tepat dan akurat. 
 
William Utomo, COO IDN Media, mengungkapkan, “Data hyperlocal yang diperoleh melalui teknologi tersebut juga dapat membantu marketer untuk lebih memahami perilaku audiens di berbagai daerah, sehingga format iklan OOH yang paling tepat pun dapat diberlakukan. Nantinya, bila sudah terealisasi secara utuh, industri UMKM nanti juga akan dapat memanfaatkan teknologi tersebut, mengingat Return on Investment (ROI) yang dihasilkan pun akan lebih optimal.”
 
Bagaimanapun, krisis memang tak melulu tentang kesulitan. Krisis yang terjadi akibat pandemik justru juga dapat menciptakan banyak peluang besar bagi bisnis, termasuk bisnis yang bergerak di bidang periklanan out-of-home. Di tengah masa pandemik seperti ini, industri OOH justru ditantang untuk mencetuskan teknologi-teknologi inovatif yang dapat membantu marketer dalam mempertahankan output, visibilitas, dan jangkauannya. Tak lupa, data yang terkompilasi selama masa pandemik bahkan bisa menjadi “amunisi” yang krusial di masa pasca pandemik.