Menarik dan Tetap Otentik, Content Creator Harus Pancarkan Keunikan Lewat Personal Branding

Amelia Rosary Dewi | 14 March 2021

Kegiatan branding memang umumnya mekekat pada citra dari sebuah perusahaan maupun produk. Namun, branding tak hanya dibutuhkan oleh sebuah perusahaan saja―setiap individu tentu juga memerlukan branding yang kuat, terlebih bagi mereka yang bekerja sebagai content creator. Dituntut untuk memiliki karakter dan persona yang kuat, personal branding tentu menjadi hal yang krusial bagi para content creator.

Dalam kasus tersebut, personal branding menjadi salah satu cara yang biasa dilakukan oleh seorang kreator atau selebriti untuk menyatakan value yang mereka miliki. Pada kesempatan istimewa ini, Kamila Pri Azarini, Creator Development Manager dari IDN Creator Network, mengungkapkan, “Dengan mengetahui nilai-nilai yang ada dalam diri, seorang content creator bisa memaksimalkan potensi yang mereka miliki untuk mengembangkan karier dan membangun kredibilitas.” 

1. Bekerja di IDN Creator Network

Menjadi bagian dari IDN Creator Network, Kamila berperan sebagai Creator Development. Dalam pekerjaannya, ia bertugas untuk mencari influencer bagi brands yang sedang menjalankan campaigns di IDN Creator Network. Kerap berhadapan dengan influencer membuat Kamila sadar akan pentingnya personal branding. “Personal branding is about how we want people to perceive us as an individual. Tentu saja ini sangat penting, apalagi bagi para content creator yang juga berperan sebagai representasi dari suatu produk. Dengan personal branding yang kuat, audiens juga akan lebih mengenal seseorang sebagai individu yang seperti apa: mulai dari karakter, gaya, bahasa, dan yang lain,” terangnya.

2. Tiga kunci untuk hadirkan personal branding yang kuat

Bagi seorang content creator, pemahaman akan personal branding menjadi hal fundamental yang perlu diketahui. Bagi Kamila, paling tidak ada 3 hal utama yang dapat dilakukan untuk dapat menciptakan personal branding yang kuat. “Pertama, self-awareness. Figure out who you are. Kita harus mengetahui nilai dan kemampuan apa saja yang kita miliki. Untuk melakukan itu, kita harus terus mengeksplorasi diri dan mencoba lakukan hal-hal baru. Ingat, kalau tak mencoba, kita tak akan mengetahui potensi apa yang kita miliki,” sebutnya. 

Kamila melanjutkan, “Kedua, jadilah dirimu sendiri. Autentisitas dapat membantu kita untuk menonjolkan sisi unik yang kita miliki. Tentukan bagaimana kita ingin dikenal oleh orang lain dan berusahalah untuk terus memberi positive impact. Ketiga, seiring dengan perkembangan teknologi, media sosial juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan personal branding. Pertegas kehadiran kita secara online dengan terus memerhatikan konsistensi dengan, misal, upload konten secara reguler. Personal branding isn’t an overnight job.

3. Bukan hanya pencitraan, personal branding harus datang dari dalam diri 

Bagi Kamila, media sosial bukanlah satu-satunya medium yang dapat digunakan untuk menunjukkan personal branding seorang content creator. Katanya, “Personal branding itu bukan berarti kita harus menciptakan citra yang sejatinya tidak selaras dengan diri kita sendiri. Bukan sebatas konten media sosial saja, but personal branding is how you carry yourself at home, office, and anywhere you go. Mulai dari bagaimana kita bertingkah laku, bertutur, dan berinteraksi dengan orang lain secara online maupun di dunia nyata. Personal branding harus datang dari ‘dalam’.”

Secara lebih teknis, Kamila kembali menegaskan bahwa menjadi otentik dan personal merupakan kunci dasar yang harus dimengerti oleh seorang kreator. “Bisa dimulai dengan membuat konten yang bersifat edukatif. Bisa yang berkaitan dengan tips atau tutorial. Berdasar data yang ada, audiens lebih menyukai kreator yang secara reguler berbagi tips dan trik,” Kamila memberi contoh.

4. Kolaborasi untuk bangun personal branding

Siapa bilang bahwa personal branding hanya bisa dibangun oleh diri sendiri? Berkolaborasi untuk menciptakan personal branding rupanya malah bisa menambah kredibilitas seseorang, lho. Kamila menerangkan, “Berkolaborasi dengan pihak lain itu sangat penting untuk menciptakan personal branding. Berkolaborasi bisa membangun kepercayaan audiens terhadap diri kita. Secara tidak langsung, kita sedang membuktikan kredibilitas saat berkolaborasi.”

Menutup perbincangan pada sore hari itu, Kamila menyampaikan beberapa poin esensial yang harus diaplikasikan dalam proses pembentukan personal branding. Ia mengungkapkan, “Bagaimanapun, appearance, personality, dan value itu adalah beberapa hal utama yang akan diperhatikan dalam pembentukan personal branding seseorang. Namun, jangan sampai lupa bahwa untuk mencapai beberapa poin yang saya sampaikan tadi, kita tak perlu berpura-pura jadi orang lain, sebab attractiveness comes from your uniqueness.”