New Timmy: All Out, Berkontribusi pada Visi Misi IDN Media Seutuhnya

Amelia Rosary Dewi | 4 August 2021

Pada akhir bulan Juni 2021 lalu, IDN Media kembali menyambut New Timmy. Pada kesempatan kali ini, kita akan menyimak cerita New Timmy mengenai kesan mereka setelah bekerja di IDN Media selama satu bulan lebih. Bukan waktu yang lama, memang, namun hal tersebut rupanya tak menghalangi para New Timmy untuk memproyeksikan diri mereka ke depannya. Raissa Almira sebagai bagian dari tim Community Associate, misalnya, menyatakan, “Saya sangat suka dengan tagline IDN Media #DemocratizeInformation. I really want to be a part of a change to create a better society.”
 
1. Humanis, ingin beri kontribusi positif
Millennial & Gen Z disebut-sebut sebagai generasi yang kritis. Namun, tak hanya itu, IDN Media juga percaya bahwa Millennial & Gen Z merupakan generasi yang humanis, peduli akan apa yang terjadi di sekitarnya. Selain tagline #Democratize Information seperti yang telah disebut Raissa, IDN Media juga memiliki tagline #PositiveImpact, sebuah tagline yang begitu selaras dengan keyakinan IDN Media. Mengamini hal ini, Raissa mengungkapkan, “Aku sangat ingin menjadi bagian dari perubahan yang dapat membawa dampak baik. Itu adalah salah satu hal yang aku benar-benar ingin capai di IDN Media.”
 
Pada kesempatan yang sama, Raisa juga menyampaikan asanya, “Dengan demikian, aku akan berusaha untuk melakukan pekerjaanku dengan sebaik mungkin agar dapat berkontribusi terhadap visi dan misi perusahaan secara keseluruhan. Di sisi lain, aku juga ingin menambahkan kemampuan-kemampuan yang dapat membuatku bertumbuh as a person and as a professional. Aku sendiri sangat yakin aku bisa mencapai itu dengan bekerja di IDN Media. Aku pun berkeinginan untuk memperluas koneksi dan relasiku dengan mereka yang memiliki objektif yang sama seperti aku.”
 
2. Ada 13 pertanyaan yang bisa gambarkan dirimu saat bekerja
Masa-masa pasca lulus kuliah. Masa-masa penuh harapan dan idealisme. “Sesaat setelah lulus, ada salah seorang teman yang bekerja di salah satu media online. Ia sering membicarakan IDN dan konten-konten yang dibuat oleh mereka. Cerita ini berlanjut ketika saya mengetahui ada teman lain yang bekerja di IDN Creator Network,. Beberapa kali, ia menceritakan bagaimana kultur dan pengalaman selama bekerja di sana. Perlahan, harapan dan idealisme saya beralih. Saya ingin melanjutkan karier di sana,” Misbah Arya Lugina, Digital Strategy Associate, menerangkan. 
 
Grace Haba, Community Associate, melanjutkan keterangan dari Misbah dengan sebuah cerita ketika menjalani masa seleksi. Katanya, “Jujur, proses perekrutan IDN Media cukup berbeda dari perusahaan lainnya. Dimulai dengan quick phone call, di mana aku diberi sejumlah pertanyaan dasar seputar pengalaman kerja dan aktivitas yang aku lakukan tiap harinya. Untuk tahap selanjutnya, aku diminta untuk menjawab 13 Question Test untuk Community Associate. Ada deadline-nya. Karena lolos, akhirnya aku melanjutkan proses wawancara dengan user. Wawacara tersebut banyak membahas 13 Question Test yang kemarin aku kirim. Baru setelah itu, wawancara final dilaksanakan dengan Head People Operations (POPS) IDN Media.”
 
Bernardus Ronaldo, Community Associate, menambahkan, “Tak lupa, setelah wawancara pertama, kami juga diberi study case. Di study case tersebut, saya rasa hasilnya akan cukup menjelaskan kepribadian saya saat bekerja, bagaimana work ethic. Intinya, perusahaan ingin mengenal kami lebih dalam lagi. Dari study case tersebut, saya bisa mengulik kembali diri saya sendiri: kebiasaan, pola hidup, work ethic, kekurangan, kelebihan. Menarik. Setelah dinyatakan lolos, saya masih menemukan banyak hal-hal menarik lain, seperti adanya Coffee Chat dengan CEO IDN Media, Winston Utomo, ada pula Timmy Buddy.”
 
3. Coffee Chat, waktunya berkenalan dengan CEO IDN Media
“Saya baru tahu ada kegiatan seperti ini, Coffee Chat, langsung dengan CEO IDN Media, Winston Utomo. Kami berkesempatan untuk ngobrol santai dengan pimpinan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman kerja sebelumnya, baru kali ini saya diberi waktu untuk saling bercerita, bertukar pikiran dengan Winston dan teman-teman lain. Tidak melulu tentang pekerjaan, tapi dari Coffee Chat ini, kami jadi lebih tahu sedikit banyak mengenai sosok Winston di luar pekerjaan. Winston juga mengenali kami dengan lebih baik. Menarik, saya merasa tak ada jarak antara New Timmy dengan pimpinan, rasa kawan lama,” terang Adyaning Raras Anggita Kumara, Creative Writer.
 
Hal lain yang menarik, bagi Adyaning, adalah Timmy Buddy. “Timmy Buddy saya adalah Fajar Laksmita atau yang akrab dipanggil Mbak Mita. Sebelum saya resmi menjadi Timmy, saya adalah kontributor IDN Times untuk kanal Life. Saat itu, saya sudah tahu ada writer inhouse yang bernama Fajar Laksmita, tetapi saya belum pernah berkomunikasi dengannya. Saat ini, siapa sangka saya bisa mengenal Mbak Mita secara lebih dekat. Ia sangat ramah dan baik. Dari percakapan kami, saya jadi tahu bahwa kami punya latar belakang pendidikan yang sama yaitu psikologi,” ujar Adyaning.
 
IDN Media percaya bahwa inklusi merupakan sebuah hal yang dapat mempersatukan perbedaan. Cerita yang beragam seperti yang disampaikan oleh New Timmy di atas tak hanya menjadi gambaran dari proses perekrutan di IDN Media, tapi juga atmosfer kerja di perusahaan yang menargetkan Millennial & Gen Z tersebut. Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, kehangatan, inklusi, keseruan menjadi beberapa dari sekian banyak hal yang harus Timmy prioritaskan. Buat kamu yang juga mau merayakan perbedaan dengan IDN Media, jangan lupa kunjungi laman karier di website resmi IDN Media, ya.