Ngobrol Bareng IDN Times Lampung: Millennial Harus Bangga akan Potensi Daerah

Amelia Rosary Dewi | 13 October 2020

Untuk merealisasikan visi dalam mendemokrasi akses informasi, IDN Times meluncurkan biro-biro perwakilan yang disebut Hyperlocal di berbagai daerah di Indonesia. Harapannya, arus informasi tidak hanya terpusat pada peristiwa-peristiwa di kota Jakarta saja, tetapi juga dapat meliputi perkembangan di daerah lainnya.

Pada kesempatan kali ini, giliran Martin Tobing dari IDN Times Lampung yang akan berbagi kisah selama bertugas di salah satu unit Hyperlocal IDN Times. Tak hanya tentang pekerjaan yang ia tekuni, namun juga tentang pesona dari Lampung, provinsi yang terletak di Sumatera bagian Selatan itu. 

1. Mengangkat berita ekonomi politik hingga pariwisata untuk menarik wisatawan

Sebagai editor regional, Martin bertugas untuk mengawasi artikel-artikel yang diterbitkan di halaman IDN Times Lampung. “Artikel yang kita publish tidak terbatas pada isu-isu ekonomi atau politik, tapi ada juga yang berkaitan dengan prestasi daerah dan pojok wisata lokal yang sedang viral di Lampung. Tujuannya tidak hanya untuk menarik minat pembaca, tetapi juga wisatawan,” ujar Martin menjelaskan jobdesk-nya sebagai editor.

Karena IDN Times Lampung masih terbilang baru, Martin pun sesekali ikut terjun langsung ke lapangan untuk meliput berita. Martin menambahkan, “Ketika bertemu langsung dengan narasumber atau masyarakat pada umumnya, ini juga menjadi ajang promosi yang menunjukkan eksistensi IDN Times Lampung. Soalnya, masih banyak awak non-media yang belum tahu.”

2. Banyak potensi Lampung yang masih belum diketahui orang

Setelah bekerja di IDN Times Lampung, Martin semakin banyak mengetahui potensi-potensi Lampung yang tak ia ketahui sebelumnya. “Dahulu, kalau mau lihat gajah di Lampung, saya hanya akan fokus pada satu destinasi, yaitu Way Kambas. Padahal, ada juga Lembah Hijau, lho. Tak hanya bisa bertemu gajah, kita juga bisa camping, outbound, bahkan bermain wahana air di Lembah Hijau,” jelas Martin.

Selain itu, Lampung juga memiliki banyak pantai yang menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah. “Walaupun begitu, ternyata masih belum banyak yang mengetahui keindahan pantai-pantai di Lampung,  kami juga berupaya agar pantai-pantai di Lampung dapat dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia melalui konten-konten kami,” imbuhnya.

Tidak hanya wisata alam, Lampung juga memiliki oleh-oleh khas, yaitu keripik pisang. Martin mengungkapkan, “Walau kelihatannya mainstream dan simple, tapi keripik pisang Lampung itu berbeda karena proses pengolahannya yang khas dan istimewa. Harus ke sini dulu kalau mau tahu!”

3. Bersama millennial, perkenalkan Lampung ke seluruh Indonesia

Penggunaan media sosial saat ini seolah telah menjadi rutinitas bagi para millennial. Hal ini pun membawa dampak positif tersendiri bagi pariwisata Lampung. Nyatanya, banyak objek wisata di Lampung yang mulai terekspos lewat media sosial karena viral. “Banyak anak-anak muda yang setiap datang ke tempat baru, lalu posting foto-fotonya di sosial media, sehingga akhirnya viral,” ucap Martin.

Memahami kecenderungan ini, Pemerintah Daerah Lampung pun mengakselerasi proses pembangunan Pasar Ekonomi Kreatif. Memiliki tampilan yang instagramable, hal ini tentu diyakini dapat menarik minat para anak muda Lampung. “Melalui foto-foto yang di-post oleh anak-anak muda Lampung di media sosial, secara tidak langsung mereka juga turut mempromosikan Pasar Ekonomi Kreatif yang sejatinya dibangun khusus untuk membantu UKM di daerah tersebut,” kata Martin. 

Menurut Martin, keterlibatan millennial dalam pengembangan daerah sangatlah besar. Maka dari itu, IDN Times Lampung selalu berupaya untuk hadir dan menjadi suara bagi generasi millennial dan z di Indonesia.

4. Harus bangga menjadi orang Lampung

“Ketika ditanya oleh teman dari daerah lain, saya akan dengan bangga menjawab bahwa saya berasal dari Lampung,” tegas Martin. Menurutnya, kecintaan akan daerah asal sangat diperlukan karena hal tersebut dapat menjadi dasar untuk terus melestarikan potensi daerah.

“Ketika kita sudah bangga dengan daerah asal kita, semangat untuk membangun daerah asal pun akan muncul dengan sendirinya,” imbuh Martin. Selain itu, millennial juga harus mau memahami upaya Pemerintah Daerah karena dari sanalah, keselarasan antara masyarakat dan pemerintah akan hadir.