Popmama.com: Tak Hanya COVID-19, Ini Hal Lain yang Harus Diwaspadai

Amelia Rosary Dewi | 28 August 2020

Permasalahan kesehatan menjadi isu utama di masa pandemik ini. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun rentan tertular virus COVID-19. Walaupun demikian, COVID-19 bukanlah satu-satunya tantangan yang harus diwaspadai oleh para orang tua. Sandra Ratnasari, Editor-in-Chief Popmama.com, membagikan sudut pandangnya mengenai beberapa tantangan lain yang juga tak boleh luput dari perhatian orang tua.

Terbatasnya aktivitas fisik, serta mulai diterapkannya kebijakan belajar secara virtual membuat anak semakin sering menggunakan gawai. “Banyak orang tua yang mungkin hanya fokus pada masalah COVID-19. Padahal, mereka juga dihadapkan pada tantangan lain, lho. Misal, karena anak semakin sering menggunakan gawai, maka jumlah paparan radiasi pun akan ikut meninggi. Ini tak kalah bahaya,” kata Sandra.

 

Sistem Pembelajaran Jarak Jauh menghadirkan sebuah tantangan baru bagi orang tua. Untuk mengikuti pembelajaran virtual tersebut, orang tua harus menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung, seperti laptop, HP, dan kuota internet. Padahal, tidak semua orang tua dapat memenuhi kebutuhan tersebut karena dirasa mahal, apalagi jika penghasilan orang tua terdampak.

Selain itu, Sistem Pembelajaran Jarak Jauh yang diterapkan selama pandemik ini dinilai tak selalu cocok bagi anak-anak. Masih memerlukan pengawasan dan bimbingan orang tua secara langsung, sistem ini dirasa mempersulit mereka dalam memahami materi dan dinilai kurang efektif. Pasalnya, tak semua orang tua bisa mendampingi anak-anak mereka untuk belajar dari rumah.

Dihadapkan pada berbagai tantangan, orang tua diwajibkan untuk menjadi bijaksana, termasuk ketika mengonsumsi informasi. “Pilihlah media yang verified karena segala informasi yang tercantum di dalamnya pasti dapat dipertanggungjawabkan. Contohnya, jika mencari informasi seputar parenting, Popmama.com dapat menjadi pilihan bagi para orang tua. Sama halnya ketika menonton berita di televisi, pastikan media tersebut menyajikan informasi yang kredibel,” tegas Sandra.

 

Selain dapat menjaga ketenangan jiwa, kebiasaan mencari berita yang akurat ini dapat ditiru juga oleh anak-anak. Ketika sedang berusaha memperoleh informasi, misalnya, mereka dapat terlebih dulu memastikan kebenarannya dan tidak mudah termakan oleh hoaks. “Karena biasa mencari informasi yang benar, anak-anak dapat terbentuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, kritis, dan siap untuk menghadapi masa depan,” tutup Sandra.