Rahasia dari Para Editor: Ini Cara Agar Artikel Kamu Terbit di IDN Times

Amelia Rosary Dewi | 26 September 2020

Sebagai perusahaan media yang ingin memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, IDN Media membentuk IDN Times Community, sebuah platform menulis yang memungkinkan siapapun, dari Sabang sampai Merauke, untuk berkarya melalui tulisan. Selain dapat memberikan pendapatan ekstra melalui tulisan yang dipublikasikan, IDN Times Community pun bertekad untuk menjadi sebuah komunitas yang mewadahi kreativitas masyarakat Indonesia sambil tetap mengimplementasikan visi utama Indonesia, yakni to democratize information”.

Pada sesi di hari kelima Indonesia Writers Festival (IWF) 2020, enam editor IDN Times Community, Arifina Budi, Merry Wulan, Yudha Viktor, Novaya Siantita, Febrianti Diah Kusumaningrum, dan Diana Hasna Syarifah, hadir untuk memberikan berbagai insights mengenai dunia tulis-menulis. Tak hanya itu, mereka juga akan membagikan sejumlah tips dan trik agar tulisan kamu semakin berpeluang dipublikasikan di platform IDN Times. Yuk, kita simak bersama!

1. Bisa tema apapun

Selain memperhatikan EYD dan penggunaan kata, mengikuti tutorial yang telah disediakan juga akan sangat membantu, lho. “Perhatikan tutorial yang ada, coba laksanakan sebaik mungkin. Bila sudah terlanjur ada kesalahan pun, editor akan segera memberikan revisi, kok. Nah, revisi juga harus dikerjakan secara seksama. Dengan demikian, editor tidak harus ajukan revisi yang lain, jadi efisien juga waktunya,” ujar Arfina.

Menulis di IDN Times Community tidak terbatas pada satu atau dua topik saja. Merry menegaskan hal tersebut dan berkata, “Tema apapun bisa banget, kok. Bisa news, world, hype, entertainment, opinion juga bisa. Selama tulisannya bagus, tentu kita akan terbitkan. Lalu, bagaimana kami menyeleksi artikel yang sudah masuk pada platform kami? Nah, kami juga ada parameter sendiri terkait hal tersebut.”

2. Beberapa rahasia ampuh yang harus diperhatikan penulis

Melanjutkan penjelasannya, Diana mengungkapkan beberapa rahasia, “Untuk kurasi sendiri, hal pertama yang kami nilai adalah judulnya. Kalau judul kalian kami nilai cukup menarik, tentu artikel itulah yang akan pertama kali kami klik―jelas. Kemudian, selain judul, kami juga baru akan mulai nilai dari segi artikelnya sendiri: apakah cukup newsworthy. Fotonya apakah sudah diberi kredit, kualitasnya bagaimana. Tidak perlu tunggu lama-lama, bila itu semua terpenuhi, hari itu juga bisa tayang.”

Di sisi lain, ada beberapa penulis di IDN Times Community yang mengeluh karena artikelnya tak juga kunjung naik. “Biasanya, mereka yang artikelnya tak kunjung naik itu karena ada banyak kesalahan mikro yang esensial. Misalnya, penggunaan huruf kapital di judul yang kurang tepat. Ada pula yang artikelnya sudah bagus, tapi di bawah tidak ada paragraf penutup. Sayang sekali, ya,” kata Novaya.

Mengimbuhi pernyataan Novaya, Yudha menerangkan, “Ada juga yang melakukan plagiarisme. Waduh, ini big no, ya. Jangan dikira kami tidak tahu, soalnya kami punya tool sendiri untuk mendeteksi plagiarisme. Itu tidak termaafkan banget, sih. Intinya, jangan terburu-buru submit. Revisi itu harus optimal, toh, artikel itu tidak akan ke mana-mana, kok. Perlu diingat kalau artikel kalian sudah dicek, artinya editor sudah tertarik dengan artikel kalian.”

3. Editor beri saran, dongkrak motivasi penulis

Menariknya, IDN Times Community juga menjaga komunikasi antara penulis dan editor. “Dengan adanya komunikasi ini, biasanya editor akan beri saran. Dari situ, biasanya penulis akan semakin termotivasi dan lebih mampu melakukan improvisasi,” ujar Febri. Menanggapi hal itu, Merry ikut menambahkan, “Namun, hanya orang-orang yang sudah ada niat dan potensi saja yang kami telateni.”

Untuk menutup perbincangan pada sore hari itu, Merry memberi sebuah pernyataan final, “Ketika mengecek artikel-artikel yang belum naik, saya mencoba untuk menemukan karakteristik umumnya. Ternyata, artikel yang tidak naik itu adalah artikel yang kurang riset dan improvisasi. Padahal, kalau kurang riset dan improvisasi, suatu berita akan kurang berbobot dan tak newsworthy.”

Rangkaian acara Indonesia Writers Festival (IWF) 2020 masih akan berlangsung hingga 26 September 2020. Masih ada banyak topik-topik menarik seputar dunia literasi yang akan dibahas dalam acara yang mengusung visi "empowering Indonesians through writing". Penonton dapat menyaksikan rangkaian acara Indonesia Writers Festival (IWF) 2020 secara gratis melalui platform YouTube dan Instagram IDN Times.