Sama dengan Investasi Waktu, Semangat Temukan Passion Seawal Mungkin!

Amelia Rosary Dewi | 25 March 2021

Tulisan ini dibuat oleh Qilan Ridwan Umara dari tim IDN Times untuk program Timmy's Story

Layaknya menjalani hidup, dalam bekerja pun kita perlu memikirkan tujuan apa yang ingin kita capai secara matang. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan finansial, ada banyak hal yang bisa memotivasi seseorang dalam bekerja. Ketika mulai merasa jenuh, tujuan yang ingin dicapai tersebut dapat menjadi sebuah pengingat bagi kita untuk mencari dan menemukan kembali objektif serta passion kita dalam bekerja. 

Ada kalimat yang menyatakan, “lakukan apa yang kamu cinta dan cintai apa yang kamu lakukan”. Dari kalimat tersebut, kita bisa melihat bahwa adanya kecintaan atau passion pada hal yang kita lakukan sangatlah penting. Untuk itu, aku percaya bahwa mencari tahu apa yang kita sukai sedini mungkin adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan. Semakin cepat kita mengetahuinya, semakin awal pula kita dapat memfokuskan diri pada bidang tersebut. Dengan begitu, menjadikan passion sebagai pekerjaan utama bukanlah suatu hal yang tak mungkin. 

1. Tentukan tujuan bekerja sejak awal 

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, penting bagi kita untuk menentukan tujuan bekerja sejak awal. Untuk kembali mendefinisikan tujuan tersebut, yuk, kita pahami kembali tiga mindset berikut ini. Pertama, ada job mindset. Artinya, seseorang menjadikan penghasilan bulanan sebagai tujuan utamanya. Ada pula career mindset, pola pikir yang fokus pada improvisasi karier dan penghasilan. Ketiga, purpose mindset, sebuah mindset yang memprioritaskan nilai dan arti dari apa yang dikerjakannya.

Setelah menentukan tipe mindset yang paling tepat dan tujuan kita bekerja, hal selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah menemukan kembali passion saat bekerja. Pada dasarnya, passion berperan seperti jangkar yang menjaga konsistensi kita dalam memberikan performa yang terbaik. Dengan adanya passion, kita akan terus merasa “haus” untuk terus mengembangkan diri. Aku yakin, passion akan terus membuat kita terus bertumbuh, baik secara profesional maupun personal. 

2. Passion dapat dibangun

Jangan salah, passion itu bisa dibangun, lho. Lalu, bagaimana kita dapat menemukan dan membangun passion tersebut? Hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan mengubah perspektif kita. Jangan beranggapan bahwa menemukan dan menekuni passion merupakan suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Dengan berkumpul bersama orang-orang yang positif dan mempunyai semangat tinggi, perspektif dan energi positif pun akan terbentuk seiring dengan berjalannya waktu.

Selain itu, kekuatan kita adalah salah satu hal lain yang harus kita amati. Mengenali kekuatan di dalam diri tentu akan membantu kita untuk menentukan jalur karier paling tepat. Cobalah untuk memperhatikan topik pembicaraan yang kita anggap paling menarik. Saat berkomunikasi dengan orang lain, topik pembicaraan seperti apa yang dapat memantik antusiasme kita? Ketika kamu nyaman membicarakan suatu topik secara konstan, wah, bisa jadi itu adalah passion kamu. 

3. Pahami passion sedini mungkin sama dengan investasi waktu

Intinya, passion merupakan kondisi saat kita merasa bahwa motivasi dan emosi kita berada pada kadar yang sama. Bekerja dengan passion bukan berarti bekerja tanpa tantangan. Kita tidak akan selalu menjalani hari dengan ceria. Namun, ketika dihadapkan pada tantangan dan situasi kelam, kita tidak akan mudah menyerah. Kita juga akan berusaha untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

Kalau diminta untuk menekankan satu hal paling krusial terkait passion, aku akan bilang: kenali passion kita sedini mungkin. Ya, pada dasarnya, harus ada kegigihan dan kemauan, jangan segan untuk “mencuri start”. Dulu, banyak teman-temanku yang heran dan bahkan mencemooh ketika aku sudah aktif ikut workshop dan seminar saat duduk di bangku SMP. Namun, mengapa aku harus ambil pusing ketika aku tahu bahwa apa yang aku lakukan pada saat itu adalah sesuatu yang membangun? Dengan proaktif mengikuti kegiatan seperti itu, aku semakin dapat mengerucutkan perhatianku pada apa sejatinya yang aku sukai.

Sebagai anak muda, aku mengerti bahwa bersenang-senang dengan teman-teman itu juga perlu dilakukan untuk memperoleh kualitas hidup yang seimbang. Namun, jangan lupa akan kewajiban yang bisa membawa pengaruh long-term pada kehidupan kita. Live our lives to the fullest, but also set our own life-targets! Jangan terlalu ambil pusing akan apa yang orang lain bilang: ambisius, oportunis. Bagaimanapun, ambisius dan oportunis juga bisa jadi contoh trait yang bagus, kok. Ingat, hal ini sama halnya dengan investasi waktu.