Tak Hanya Kurang Nutrisi dan Kurang Olahraga yang Bahaya, Kurang Tidur juga!

Amelia Rosary Dewi | 2 October 2020

Tak hanya dipengaruhi oleh nutrisi apa yang dikonsumsi dan olahraga apa yang ditekuni, tidur rupanya juga mampu memengaruhi tingkat kualitas hidup manusia. Paradigma kesehatan zaman sekarang memang menuntut adanya keseimbangan antara ketiganya: baik dari sisi nutrisi, olahraga, maupun kualitas tidur. Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 with Tokopedia hari keempat mengundang dr. Andreas Prasadja, RPSGT selaku Founder Snoring and Sleep Disorder Clinic, klinik kesehatan tidur pertama di Indonesia, untuk membahas lebih detail tentang "Pentingnya Mengelola Pola Tidur Sehat untuk Ibu Hamil dan Ibu Baru"

1. Kenali gangguan tidur pada ibu hamil tiap trimester

Ibu hamil biasanya memiliki gangguan tidur yang berbeda tiap trimesternya. “Pada trimester pertama, ibu hamil sedang mengalami lonjakan hormon yang dapat menyebabkan hypersomnia, rasa kantuk berlebihan. Bila biasanya hanya butuh tidur dari tujuh hingga delapan jam, rentang waktu tidur jadi delapan hingga sepuluh jam. Itu pun masih ngantuk dan belum betul-betul fresh

Pada trimester kedua, meski masih dipengaruhi oleh faktor hormonal, penyakit tidur yang muncul pun sudah berbeda. “Biasanya, semakin nyenyak tidur Mama, maka saluran pernapasan pun akan ikut menyempit. Nah, terciptalah dengkuran yang mengakibatkan adanya henti napas. Mama mungkin tak sadar karena sedang lelap tertidur. Namun, hal ini bisa menyebabkan micro arousal: otak reflek bangun saat henti napas itu terjadi. Sangat berbahaya, bisa jadi penyebab prematuritas, gangguan perkembangan janin karena badan tidak sepenuhnya istirahat. Selain itu, ada risiko kolesterol, gula darah naik juga,” kata dr. Andreas.

Pada trimester ketiga, seiring dengan semakin mendekatnya Hari Perkiraan Lahir, timbullah rasa cemas yang melanda ibu hamil. “Selain psikis, posisi tidur juga jadi serba salah, apalagi ditambah dengan gerak bayi yang semakin meningkat. Untuk mengatasi hal ini, cobalah tidur dengan menghadap sisi kiri agar saluran napas lebih terbuka, sehingga aliran darah akan semakin mengalir deras ke plasenta dan janin. Boleh juga ciptakan posisi tidur yang nyaman dengan dukungan guling,” lanjutnya. 

2. Syndrome yang meningkatkan kemungkinan gangguan tidur pada ibu hamil

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan gangguan tidur. “Ada yang dinamakan restless legs syndrome, di mana ibu hamil akan merasakan sensasi tak nyaman saat menjelang tidur: bisa rasa kesemutan, sakit, pegal, panas, apa saja. Nah, sensasi tak nyaman ini bisa hilang bila kaki digerak-gerakkan atau dipijit-pijit. Sayangnya, kalau sudah terlelap, biasanya suami yang pijitin, akan berhenti. Nah, muncul lagi rasa tak nyaman itu,” ujar dr. Andreas.

Ia menambahkan, “Ada lagi yang dinamakan periodic limb movement disorder. Kaki akan gerak-gerak sendiri dalam interval sekian waktu sekali. Yah, 10 detikan. Karena micro arousal yang diakibatkan oleh disorder ini, kualitas tidur pun dapat terganggu.” Kendati demikian, dr. Andreas menyatakan bahwa penggunaan obat tidur untuk mengatasi gangguan tidur apapun yang dialami oleh seseorang, tak terbatas pada ibu hamil saja, sangatlah tidak dianjurkan. Wah, harus diingat, ya, Ma!

3. Biasakan anak tidur mandiri

Uniknya, menurut dr. Andreas, ketika kita terlalu memaksakan diri untuk tidur saat gangguan tidur melanda, rileks adalah satu-satunya jalan keluar paling efektif. Katanya, “Selain ada tahapan terapi untuk mengatasi sulit tidur, lebih baik Mama coba untuk relaks dan tidak usah memaksakan diri untuk tidur. Dengarkan meditasi atau musik lembut, ciptakan suasana kamar tidur yang nyaman, pencahayaan yang tepat.”

Di sisi lain, untuk Mama yang baru saja melahirkan, dr. Andreas memiliki pesan khusus, nih, untuk Mama. “Mama harus biasakan anak untuk tidur mandiri semenjak lahir. Coba atur masuknya cahaya ke ruangan. Kalau pagi, siang begitu, matahari harus masuk. Kalau malam sebaliknya. Lalu, jangan biasakan anak untuk tidur dalam gendongan. Kalau saat digendong Mama lihat dia sudah mulai mengantuk, segera letakkan dia ke kasur atau boks bayi. Jika malamnya si kecil menangis, Mama jangan terlalu reaktif bangun dan memberi susu. Diamkan dulu beberapa saat agar dia tahu dan terbiasa,,” ungkapnya menutup sesi malam itu.

Rangkaian acara Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 masih akan berlangsung hingga 3 Oktober 2020. Mengusung tema "Nurturing the Future-Ready Family", topik-topik parenting yang menarik akan dihadirkan setiap harinya dan dibahas langsung oleh para pakar. Penonton dapat menyaksikan rangkaian acara Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 secara gratis melalui platform Zoom, YouTube, dan website popac.popmama.com.