Tanggapan Penggemar tentang Novel Balada Si Roy yang Diangkat ke Layar Lebar

Amelia Rosary Dewi | 18 January 2021

Sudah lebih dari 30 tahun sejak pertama kali terbit, novel legendaris Balada Si Roy masih meninggalkan kesan yang begitu mendalam di hati para penggemarnya. Bahkan, mereka juga membentuk komunitas Sahabat Balada Si Roy yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Pada hari Jumat, 11 Desember 2020, IDN Pictures mengadakan Live IG bersama Daniel Mahendra sebagai salah satu inisiator dari komunitas Balada Si Roy. Yuk, kita simak!

1. Roy, tokoh utama yang realistis

Sekitar pada tahun 1988, Daniel pertama kali menemukan cerita Balada Si Roy dengan versi series di sebuah tabloid yang sedang beken pada masa itu. Setahun berikutnya, ketika novel tersebut telah terbit, Daniel pun semakin jatuh cinta dengan tokoh dan alur cerita yang terkandung di dalamnya. “Bila harus dibandingkan dengan novel-novel barengannya pada masa itu, cerita Balada Si Roy ini memang lebih realistis, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan remaja biasa seperti saya dan teman-teman saya,” terangnya.

Roy, tokoh utama dari Balada Si Roy, merupakan sosok individu yang biasa-biasa saja. Maksudnya, ia bukanlah pemuda yang kaya, bukan juga pribadi yang saleh. “Roy ini orang biasa, bukan tokoh utama yang tampil ideal seperti kebanyakan tokoh utama di cerita lain. Ia adalah seorang anak yatim, prestasinya sangat biasa, suka berantem, merokok, bolos. Nah, karena hal ini, saya merasa bahwa cerita Balada Si Roy memiliki relasi nilai yang kuat antara alur ceritanya dan pembacanya,” Daniel melanjutkan.

2. Ada 1982 akun terdaftar di grup Facebook pecinta Balada Si Roy

Sebagai salah seorang pelopor komunitas Sahabat Balada Si Roy, Daniel mengaku bahwa komunitas tersebut telah dibentuk sejak 11 tahun yang lalu. “Dahulu, sebelum media sosial ada, kami tidak saling terhubung karena terbatasnya media komunikasi. Setelah Facebook hadir, kami jadi lebih terintegrasi. Tanpa ada struktur organisasi yang jelas, kedekatan kami malah semakin kuat karena tidak ada hierarki. Tiap pergi ke berbagai kota di Indonesia bersama, kami bertemu dengan penggemar Balada Si Roy yang lain dan kami bisa saling membagikan cerita,” kenang Daniel.

Ia melanjutkan, “Kami sering kopi darat, buat acara untuk seru-seruan. Menariknya, ada yang pacaran dengan sesama anggota, bahkan ada yang sampai menikah. Jadi, yang mau ditekankan adalah bonding-nya yang sudah sekuat itu. Kalau ditanya jumlah keanggotaan kami, kurang lebih ada 1982 akun yang tergabung dengan grup Facebook kami dan para anggota tersebut tersebar di seluruh Indonesia.”

3. Sahabat Balada Si Roy rasa keluarga

Saat ditanya mengenai topik pembicaraan apa yang para anggota bicarakan ketika melakukan kopi darat, Daniel mengaku, “Wah, karena kami sudah khatam dengan cerita dan seluk-beluk kehidupan Roy, tentu kami akan membicarakan tentang cerita dan pengalaman kami masing-masing saat bertemu. Bertemu, ya, kangen-kangenan, bicarakan bisnis. Kami senang dengan adanya film Balada Si Roy ini. Masih relevan juga nilai-nilainya. Misal, awalnya, Roy dan Joe ini saling tidak cocok. Namun, akhirnya, mereka bisa jadi sahabat. Artinya, meski tidak sama cara pandangnya, kita juga bisa, lho, bersahabat dengan orang itu,” ungkapnya menutup Live IG sore itu.