Timmy of the Month: Ketahui Kebutuhan Rekan Kerja, Jangan Jadi Pribadi yang Skeptis

Amelia Rosary Dewi | 20 May 2021

Pada bulan ini, IDN Media kembali memilih Timmy of the Month. Yogie Fadila, yang merupakan bagian dari tim IDN Times, adalah salah satu satu yang terpilih sebagai Timmy of the Month. Dirinya dinilai mampu mengamalkan Timmyness, terutama Timmyness nomor 4: “Being active and collaborative rather than competitive dan Timmyness nomor 7: “Assisting others in the group with their work for the benefit of the group dalam kesehariannya. Selalu memberikan dukungannya kepada Timmy lain, Yogie juga mampu menjalin kerjasama yang baik dengan tim lain.
 
1. Harus dinamis, tidak terpancang OKR
“Segala sesuatunya harus fleksibel,” ucap Yogie mengawali wawancara siang itu. Apa yang tertera di Objective Key Result (OKR), pada praktiknya, bukanlah satu-satunya hal yang harus dipikirkan. Meski bekerja dengan banyak orang, Yogie menegaskan, nilai-nilai humanis  dalam diri individu di lingkungan profesional juga harus tetap diasah. “Melalui apa? Melalui adanya OKR tim yang harus diperjuangkan bersama. Ini, ‘kan, salah satu bentuk kultur kerja yang positif,” katanya.
 
Di IDN Media, saling membantu rekan kerja dalam mencapai OKR-nya sudah menjadi tradisi sejak dulu. Bergabung dengan IDN Media pada tahun 2015, Yogie mengungkapkan, “Bisa dibilang ini didikan IDN Media: putting others first, being selfless. Bagaimana pun, rasanya tidak etis juga, ya, kalau terlalu fokus pada OKR sendiri dan tidak mau tahu struggle rekan kita. Kolaborasi artinya berempati, harus secara konsisten diterapkan.”
 
2. Menjadi pribadi yang tak skeptis
Sebagai Editor di IDN Times Hyperlocal Yogyakarta, Yogie bertugas untuk memastikan bahwa semua publikasi di IDN Times sudah sesuai dengan standar penerbitan yang tertuang di Standard Operating System (SOP) dan stylebook. “Selain itu, aku juga terus mengikuti berita atau update informasi terbaru guna mencari topik apa yang sedang hangat. Ide itu nanti akan aku serahkan pada penulis untuk dielaborasikan. Kemudian, aku juga pasti secara reguler cek Google Analytics dan beberapa tools lain. Data yang terkumpul akan dijadikan landasan untuk suatu pengambilan keputusan,” Yogie menerangkan tugasnya.
 
Timmy di IDN Times, sebut Yogie, tentu mengemban tugas yang berbeda: ada yang membuat konten, mengedit artikel, administrasi, foto, video. Namun, meski sama-sama bertugas sebagai editor, fungsi spesifik yang diemban pun tak akan sama persis. “Apa yang dikerjakan oleh editor pusat pasti tak akan sama persis dengan apa yang dikerjakan oleh editor hyperlocal. Oleh karenanya, harus ada pihak yang menjadi ‘lem’ untuk menyatukan perbedaan tersebut. Bagaimana kita bisa menjadi ‘lem’? Ya, dengan membantu rekan-rekan semampu kita, mau tahu tentang apa yang rekan-rekan kita kerjakan. Being selfless, again, is the key,” kata Yogie.
 
3. Mengaplikasikannya by default
“Aku jadi tahu bagaimana kultur kerja yang positif, yang kemudian dituangkan ke dalam seperangkat nilai seperti Timmyness, akhirnya juga dapat menghasilkan suasana kerja yang positif, suportif, dan sehat,” Yogie menyatakan. Setiap poin yang ada di Timmyness itu, menurut Yogie, sifatnya tidak dapat dipisahkan, sudah terintegrasi, dan harus selalu ‘disemarakkan’ di setiap kesempatan. 
 
“Timmyness itu, buatku, adalah ciri khas dari IDN Media. Aku, sebagai Timmy, sudah melakukan poin-poin tersebut by default saja, without trying. Ya, harapannya, Timmyness ini akan selalu dibawa oleh tiap Timmy. Meski nanti ada yang sudah pindah tempat kerja, semoga nilai-nilai Timmyness ini dapat terus dibawa di pekerjaan barunya juga,” ujar Yogie menutup wawancara.
 
Timmy of the Month adalah sebuah token apresiasi untuk para Timmy yang dapat menerapkan Timmyness secara total, mengambil langkah ekstra dalam melakukan pekerjaan mereka, serta menyebarkan kebaikan ke setiap individu di sekitarnya (ya, it's all about positive vibe), dan memiliki standar integritas yang sangat tinggi.