Mantapkan Langkah di Industri Perfilman Indonesia, IDN Pictures Resmikan Kantor Barunya

Amelia Rosary Dewi | 22 December 2020

Setelah mengumumkan proyek film perdananya, Balada Si Roy, di awal November lalu, IDN Pictures ingin kian memantapkan langkahnya di industri perfilman Indonesia dengan meresmikan kantor barunya yang berlokasi di Jl. Tumaritis, Jakarta Selatan. Mengusung tema Nusantara, area lobby dengan tembok berornamen batik akan menyambut siapa pun yang datang. Selain itu, terdapat pula mural bergambar peta Indonesia yang memiliki makna inclusion, kultur yang selalu diusung oleh IDN Media.

Tulisan filosofis Theater of Dreams juga menghiasi gedung kantor IDN Pictures. Kantor baru IDN Pictures ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para Timmy (sebutan untuk karyawan IDN Media) untuk terus berkarya dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka.

Winston Utomo, CEO IDN Media - “Kami percaya bahwa film adalah medium yang sangat powerful untuk menginspirasi dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas, terutama generasi Millennial dan Z. Oleh karena itu, IDN Media melalui IDN Pictures sangat bersemangat untuk berkontribusi dalam memajukan industri perfilman di Indonesia. Saya berharap kantor IDN Pictures bisa menjadi rumah bagi Timmy dan insan perfilman Indonesia untuk bermimpi setinggi-tingginya, berkarya sebaik-baiknya, dan menghasilkan film yang menginspirasi dan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.”

Fajar Nugros, Head of IDN Pictures - “IDN Pictures lahir di tengah situasi yang pelik akibat pandemik. Oleh karenanya, kami berharap agar kantor ini dapat menjadi awal dari perjalanan IDN Pictures untuk memproduksi karya-karya yang berdampak positif bagi generasi Millennial dan Z.”

Susanti Dewi, Head of IDN Pictures - “Syukuran sederhana ini menjadi tanda komitmen kami untuk terus menggarap film-film berkualitas. Dengan akan hadirnya film Balada Si Roy ini, kami berharap agar film ini dapat diterima dengan baik oleh penonton film Indonesia. Karena novel Balada Si Roy mengajarkan mengenai bagaimana anak muda harus bekerja keras, punya cita-cita, dan tak mudah menyerah, kami merasa bahwa mengangkatnya setelah 30 tahun novel ini dirilis ke layar lebar adalah suatu hal yang penting untuk kami lakukan.”