top of page

Banyak Dicari, Ini Pekerjaan dari tim Product di Perusahaan Teknologi

26 Nov 21 | 14:32

Saraya Adzani

Juga beririsan dengan bidang marketing

Banyak Dicari, Ini Pekerjaan dari tim Product di Perusahaan Teknologi

Seiring berkembangnya teknologi digital, bermunculan pula bidang pekerjaan baru yang mungkin masih asing ditelinga. Salah satunya adalah tim Product yang biasanya meliputi beberapa peran seperti product manager, product researcher, product marketing, dan masih banyak lagi. Di perusahaan teknologi, termasuk di IDN Media, tim Product ini memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan produk-produk digital seperti website dan aplikasi di HP.


Tak heran apabila tim Product menjadi salah satu ujung tombak yang turut menentukan kesinambungan dari sebuah bisnis, terutama yang berbasis digital. Ya, sukses atau tidaknya sebuah produk digital yang dirilis ke masyarakat banyak dipengaruhi proses persiapan yang dilakukan tim ini. Untuk memahami lebih lanjut peran dari tim Product, kali ini, kita berbincang dengan Garlanda Bellamy Mazalio, seorang Product Manager di tim Product IDN Media. Buat kalian yang tertarik dengan pengembangan produk digital, artikel ini bisa menjadi salah satu referensi yang berguna, lho.


1. Tugas utama tim Product

Apa sih fungsi dari tim Product? Supaya lebih mudah, yuk kita buat analogi. Tuan A, misalnya, ingin membangun sebuah rumah. Dengan permintaan yang jelas meliputi warna cat, jumlah tingkat rumah, dan durasi pembangunan, Tuan A menyerahkan proses pembangunan rumah tersebut pada Tuan B. Namun, Tuan B tidak serta merta membangun rumah berdasarkan request dari Tuan A. Tuan B diminta menyesuaikan pembangunan rumah berdasarkan pandangan keahliannya dan masukan dari pihak-pihak lain yang terlibat dalam pembangunan tersebut. 


Di analogi tersebut, rumah yang dimaksud merupakan representasi dari produk digital yang tengah dibangun. Kehadiran Tuan A mewakilkan kehadiran stakeholder yang sebetulnya memiliki kuasa atas produk digital yang hendak dikembangkan. Namun, sebagai pihak yang diberikan tanggung jawab untuk mengelola pembangunan produk itu, Tuan B, seorang anggota dari tim Product, memiliki otonominya sendiri. Ia bisa mempertimbangkan permintaan dari Tuan A, sambil mendengarkan masukan dari pihak-pihak lain, seperti para engineer dan, terutama, pengguna. 


Garlanda menegaskan, “Tim Product di sini mengimplementasi strategi, menentukan fitur pemecahan masalah yang dihadapi oleh para pengguna. Tidak cuma mengiyakan apa yg diminta oleh stakeholder atau C-Level, ya, karena kalau jadi tim Product, artinya kita jadi the voice of the market. Intinya, menyelaraskan apa yang menjadi kemauan dari stakeholder, para engineer, dan, yang paling penting, pengguna.”


2. Beririsan dengan bidang marketing

Mungkin belum banyak yang tahu jika pekerjaan tim Product juga beririsan dengan bidang marketing. Untuk mengetahui apakah produk digital yang kita bangun sudah tepat, tentu kita juga perlu mengenal market atau pasar dari produk tersebut. “Di dunia produk digital, kita juga mengenal dengan yang namanya product marketing. Kita harus paham apa saja parameter yang menyatakan bahwa produk yang kita rancang sudah layak ‘dijual’. Harus ada unsur yang berbau marketing campaign. Dari sisi bahasa penyampaian di aplikasi, katakan. Untuk memberikan pengalaman ternyaman bagi pengguna, kita harus bekerja sama dengan UX Writer,” ujar Garlanda.

Ia menyambung pernyataannya, “Harus ditentukan dahulu pengguna seperti apa yang akan kita sasar? Pelajari pain point-nya, kecenderungan, kemudian apa yang mereka mau. Lalu, bagaimana tim Product menentukan sukses atau tidaknya suatu produk digital? Tentu, ya, dengan retention rate. Ada berapa banyak pengguna setia yang terus-terusan menggunakan produk kita? Kemudian, lihat juga dari sisi revenue. Seberapa besar pendapatan yang diperoleh dan bagaimana cost per acquisition-nya? Jangan lupa juga untuk memperhatikan kepuasan pengguna terhadap produk yang kita luncurkan ke pasar.”


3. Software tools ini penting buat tim Product

Feedback dari pengguna tentu sangat bermanfaat. Sambil melaksanakan riset pasar, tim Product juga menampung apa saja yang pihak internal ingin lakukan. Garlanda pun menambahkan bahwa fungsi dari tim Product juga menjadi sangat krusial. Katanya, “Tim Product memang bukan penentu akhirㅡapakah suatu produk akan dikembangkan atau tidak. Namun, tim Product menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk memaparkan beragam fakta dan pertimbangan. Kalau sampai salah perhitungan, bisa-bisa produk yang diluncurkan pun tak sesuai dengan preferensi pasar. Padahal, pengembangan suatu produk bisa membutuhkan waktu yang lebih dari enam bulan, jadi kalau tidak matang, akan ada banyak hal yang disayangkan: investasi finansial dan emosional, dedikasi waktu.”


Untuk memberikan perhitungan yang tepat bagi produk yang sedang dibangun, tentu dibutuhkan dukungan dari tools yang tepat pula. Garlanda menjelaskan beberapa tools yang bisa membantu memperhatikan  interaksi para pengguna dengan produk kita. “Kita biasa menyematkan sebuah software tools pada produk kita, seperti Amplitude dan Hotjar. Dengan menyematkan software ini, kita bisa mengetahui secara lebih cepat data real time-nya, sehingga strategi untuk menentukan keputusan selanjutnya pun dapat dipertimbangkan sedini mungkin. Makanya, software tools ini menjadi salah satu bentuk investasi akan keberhasilan peluncuran suatu produk, sih, bisa dibilang begitu,” jelas Garlanda.


Ya, kurang lebih begitulah gambaran sederhana mengenai tim Product secara umum. Bagaimana, masih tertarik bekerja sebagai tim Product? Jangan lupa persiapkan arah kariermu seawal mungkin, ya. 


bottom of page